Radikalisme di Kompleks Perumahan

Stop Radikalisme
Stop Radikalisme

Oleh: Ayik Heriansyah

Fenomena kompleks perumahan yang berafiliasi dengan HTI perlu dibaca dalam kerangka early warning. Bukan sekadar proyek properti berbasis identitas keagamaan, melainkan potensi ruang operasi non-formal bagi jaringan HTI.

Dalam studi intelijen, pola ini dikenal sebagai covert action non-kinetik yaitu aktivitas tersembunyi yang memengaruhi lingkungan sosial dengan tanpa kekerasan dan tanpa menampakkan aktor pengendalinya. Bentuknya subtil, tetapi berdampak strategis.

Kompleks perumahan menawarkan medium ideal untuk transformasi ini. Kawasan hunian ideologis berfungsi sebagai semi-safe zone. Ruang privat yang sulit disentuh aparat tanpa alasan hukum kuat, tetapi efektif untuk konsolidasi internal. Di sinilah perekrutan dan diseminasi ideologi berlangsung secara halus.

Pengajian warga, pendidikan anak, hingga obrolan keseharian menjadi sarana internalisasi ideologi. Doktrin tidak tampil sebagai ancaman, melainkan sebagai “cara hidup”. Interaksi sosial inilah yang membuat ideologi lebih tahan lama dan lebih sulit dideteksi.

Dari sudut kontra-intelijen, kompleks perumahan ideologis mencerminkan enclave strategy. Pembangunan komunitas tertutup dengan loyalitas internal tinggi dan kontrol sosial kuat. Infrastruktur gerakan terbentuk secara mandiri. Dari sistem keamanan internal, ruang pertemuan, hingga jaringan ekonomi.

Tantangan bagi pemerintah bukan pada satu aktivitas ilegal tertentu, melainkan pada akumulasi latent capability. Infrastruktur ini mungkin tampak normal, tetapi dapat segera diaktifkan ketika situasi sosial politik dianggap “krisis” oleh jaringan ideologis tersebut.

Dalam sejarah gerakan bawah tanah, ruang privat kerap berfungsi sebagai logistic node dan safe house. Kompleks hunian tertutup, dengan solidaritas warga tinggi, berpotensi memainkan fungsi untuk menyimpan dokumen, perangkat komunikasi, atau melindungi tokoh kunci. Potensi ini harus dibaca sebagai bagian dari analisis ancaman.

Dimensi ekonomi juga krusial. Bisnis properti menawarkan jalur pendanaan yang legal, stabil, dan sulit dilacak sebagai aktivitas ideologis. Keuntungan penjualan rumah dan investasi warga dapat menopang aktivitas ideologis tanpa harus menggalang dana secara terbuka. Ekonomi menjadi mesin reproduksi ideologi.

Keunggulan utama strategi ini adalah kamuflasenya. Tidak ada simbol perlawanan pemerintah, tidak ada kekerasan, tidak ada organisasi resmi. Yang tampak hanyalah rumah nyaman dan keluarga religius. Namun justru di situlah letak tantangannya. Ancaman yang berbaur dengan kehidupan normal.

Pendekatan keamanan yang hanya berfokus pada organisasi formal dan aksi kekerasan akan tertinggal satu langkah. Yang dibutuhkan adalah social-territorial intelligence berupa kemampuan membaca ruang, relasi, dan ekonomi sebagai arena ideologis. Tanpa itu, penanggulangan radikalisme menuju terorisme hanya menjadi ilusi.

Pos terkait