Demokrasi Berkeadilan Butuh Reformasi Polri, Kohati HMI Menyatakan Dukungan

Jakarta – Korps HMI-Wati Himpunan Mahasiswa Islam (Kohati HMI) menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam penguatan demokrasi, penegakan hak asasi manusia, serta mendorong reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Ketua Umum Kohati HMI menyampaikan bahwa reformasi Polri merupakan bagian penting dari konsolidasi negara hukum dan tidak boleh dipahami sebagai upaya melemahkan institusi.

“Kritik terhadap Polri harus ditempatkan sebagai bagian dari proses perbaikan institusional. Reformasi adalah upaya memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik, bukan melemahkan Polri sebagai pilar keamanan negara,” tegas Ketua Umum Kohati HMI.

Sebagai badan khusus HMI yang mewadahi kader perempuan, Kohati HMI berfungsi mengembangkan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepekaan sosial kader HMI-wati dalam isu keislaman, keperempuanan, demokrasi, serta kebijakan publik.

Ketua Umum Kohati HMI juga menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi tetap sehat dan konstitusional.

“Kami mengajak kader perempuan dan generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara damai, rasional, dan bertanggung jawab. Perbedaan pendapat adalah keniscayaan demokrasi, tetapi tidak boleh dimanfaatkan untuk menciptakan instabilitas nasional,” ujarnya.

Kohati HMI menegaskan kesiapan menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas sosial, mendukung reformasi Polri, serta memperkuat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pos terkait