Malinau Harmonis: Tokoh dan Warga Bersinergi Jaga Keamanan

Malinau Kondusif
Malinau Kondusif

Malinau – Kabupaten Malinau dikenal sebagai daerah yang majemuk namun tetap rukun dan damai. Dengan visi “Kreatif dan Tumbuh Bersama”, wilayah yang berada di Kabupaten Malinau ini menjadi contoh harmonisasi keberagaman di Kalimantan Utara.

Keberagaman etnis di Malinau justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan. Tercatat ada sebelas lembaga adat yang hidup berdampingan dan saling menghormati, di antaranya Lundayeh, Tidung, Kenya, Kayan, Bulungan, Tahol, Tingalan, Belusu, Punan, Sa’ben, dan Abay. Seluruhnya berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat stabilitas sosial.

Tak hanya itu, empat belas paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia turut memperkokoh kerukunan masyarakat. Beberapa di antaranya seperti Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Keluarga Toraja (IKAT), Paguyuban Pasundan, Kerukunan Keluarga Bali, hingga Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Kebersamaan lintas etnis dan budaya ini menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Semangat persatuan tersebut tercermin dalam perayaan Irau yang digelar setiap tahun. Dalam momentum budaya itu, beragam tarian dan musik tradisional ditampilkan sebagai simbol kekayaan adat Malinau. Pengamanan kegiatan pun dilakukan secara gotong royong oleh pemuda lintas etnis dan paguyuban, bersinergi bersama TNI dan Polri.

Upaya menjaga stabilitas daerah juga diwujudkan melalui kegiatan penggalangan khusus (galsus), pembagian sembako, serta tatap muka dengan kepala desa dan ketua adat. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kedekatan serta sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Ketua Kerukunan Keluarga Besar Domu Fatang Kabupaten Malinau, Ian Ahat, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kamtibmas. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang ada.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan,” ujar Ian Ahat.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen bersama, masyarakat Kabupaten Malinau terus berupaya menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tenteram bagi seluruh warganya. Harmoni dalam keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan telah menjadi budaya hidup sehari-hari di Bumi Intimung.

Pos terkait