Ramadan dan Presisi Polri, Ketua BEM FH UBK Tekankan Pentingnya Pemulihan Institusi

BEM FH Universitas Bung Karno UBK
BEM FH Universitas Bung Karno UBK

Jakarta – Di tengah suasana Ramadan yang sarat refleksi, dukungan terhadap institusi kepolisian mengemuka dari kalangan mahasiswa. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), M. Abdimaludin, menyerukan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera pulih dan kembali menguat sebagai pelindung masyarakat.

Menurut Abdi, Ramadan menjadi momentum tepat untuk memperkuat kembali peran strategis Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban sosial di tengah dinamika publik yang kian kompleks.

“Polri segera bangkit dan jadi garda terdepan bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Abdi menilai, kehadiran Polri tak bisa lagi dimaknai semata sebagai simbol penegakan hukum. Lebih dari itu, kepolisian harus tampil sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun kepercayaan publik dan rasa aman.

Ia juga mengapresiasi transformasi yang dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari modernisasi layanan hingga keterbukaan informasi. Upaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, kata dia, menjadi fondasi penting dalam memperkuat legitimasi institusi.

“Tegakkan dan angkat kembali slogan Presisi Polri,” tambahnya, merujuk pada semangat prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Sebagai mahasiswa hukum, Abdi menekankan pentingnya sinergi lintas elemen bangsa—masyarakat, mahasiswa, akademisi, legislatif, hingga pemerintah daerah—untuk mendukung penguatan Polri. Ia mengaitkan ajakan tersebut dengan amanat Persatuan Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945.

Baginya, pemulihan citra dan kinerja Polri bukan hanya tugas internal institusi, tetapi juga membutuhkan dukungan kolektif agar kepolisian benar-benar hadir sebagai pelindung masyarakat yang berkeadilan.

Ramadan, dalam konteks ini, bukan sekadar bulan ibadah, melainkan ruang refleksi bersama untuk memperkuat kembali fondasi kepercayaan antara aparat dan rakyat.

Pos terkait