Jakarta – Pimpinan Pusat Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP PRIMA DMI) menyatakan dukungan agar institusi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Sikap tersebut dinilai memiliki landasan konstitusional dan strategis dalam menjaga integritas, independensi, serta profesionalitas Polri sebagai aparat penegak hukum negara.
Ketua Umum PP PRIMA DMI, Munawar Khalil, menegaskan bahwa kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan desain ketatanegaraan yang tepat untuk memastikan netralitas dan kemandirian institusi dari kepentingan politik praktis maupun tekanan kelompok tertentu.
“Dalam negara hukum demokratis, aparat penegak hukum harus berdiri sebagai alat negara, bukan alat kekuasaan, serta bekerja semata-mata untuk kepentingan hukum, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (1/3/2026).
Meski demikian, PRIMA DMI menilai dukungan terhadap Polri tetap harus dibarengi dengan kritik yang konstruktif. Organisasi tersebut mendorong penguatan profesionalisme, integritas, dan independensi Polri demi tegaknya negara hukum serta tercapainya tujuan nasional. Dengan penguatan kedudukan di bawah Presiden, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengawasan internal yang efektif, PRIMA DMI meyakini Polri dapat semakin optimal menjalankan tugas sebagai penjaga keamanan, penegak hukum, dan pelindung masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan penolakan terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian. Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR pada Senin (26/1), ia menyebut posisi Polri saat ini sudah ideal karena memungkinkan institusi bergerak cepat langsung di bawah Presiden tanpa potensi tumpang tindih kewenangan. Menurutnya, penempatan di bawah kementerian justru berpotensi menimbulkan dualisme kepemimpinan.
Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) di bawah naungan Dewan Masjid Indonesia (DMI) berkomitmen untuk turut menjaga stabilitas dan kondusivitas menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 dengan membangun kesamaan persepsi seluruh elemen masyarakat terkait potensi kerawanan yang kerap muncul pada periode menjelang dan selama Ramadhan.
Ramadhan merupakan momentum ibadah yang sakral dan harus dijaga bersama agar berlangsung aman, tertib, serta penuh kekhusyukan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara tokoh agama, pengurus masjid, remaja masjid, aparat keamanan, dan masyarakat luas dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, seperti gesekan sosial, penyebaran informasi provokatif di media sosial, hingga potensi gangguan ketertiban umum.
PRIMA DMI mendukung penuh terhadap tugas-tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang dan selama Ramadhan 1447 H/2026.





