Sahur On The Road dan Takjil Berkarakter, Aksi Nyata GEPAL untuk Gresik

Sahur On The Road GEPAL 1
Sahur On The Road GEPAL 1

Gresik – Sudah menjadi rutinitas Gerakan Penolak Lupa (GEPAL) di bulan yang penuh berkah ini melakukan aksi nyata dengan kegiatan Bagi-bagi Sahur (Sahur On The Road) yang diadakan setiap Minggu selama bulan suci Ramadhan 1447 H ini dan akan ditutup dengan Berbagi Takjil Berkarakter serta Buka Bersama Lintas Organisasi Ke-7 pada 14 Maret 2026 Nanti.

Kegiatan Bagi-bagi Sahur (Sahur On The Road) dan Bagi-bagi Takjil Berkarakter serta Buka Bersama Linta Organisasi Ke-7 ini mengambil tema “Gresik Baru Lebih Maju, Antara Harapan dan Kenyataan…?”, dimana dengan adanya tema tersebut menjadi pembeda dengan kegiatan sosial lainnya yang terkesan hanya berbagi dan memposisikan penerima sebagai obyek kegiatan saja.

Sementara dalam kegiatan selama ini setiap paket yang dibagikan terdapat sticker dan atau selebaran yang berisi tentang kondisi sosial saat ini khususnya di Kabupaten Gresik sebagai wujud edukasi publik bahwa sesungguhnnya Kabupaten Gresik saat ini sedang tidak baik-baik saja begitu juga dengan kondisi bangsa ini. Hal inilah yang menjadikan alasan Gerakan Penolak Lupa (GEPAL) menambahkan kata ‘Berkarakter’ dalam kegiatan tersebut.

Menurut Abdul Wahab yang akrab di pangil Gus Wahab sebagai ketua GEPAL, kegiatan bagi-bagi Sahur (Sahur On The Road) yang dilaksanakan setiap Minggu pada Minggu Pertama Bulan Ramadhan dan Minggu ke-dua Bulan Ramadhan ini sudah membagikan 200 paket sahur.

“Dimana setiap minggu kita bagikan 100 paket sahur berkarakter yang nanti akan kita tutup dengan kegiatan bagi-bagi takjil berkarakter. Insyaallah kita bagikan 1000 paket Takjil serta buka Bersama Lintas Organisasi ke-7 pada hari Sabtu (14 Maret 2026) nanti.” ujar Gus Wahab.

Masih menurut Gus Wahab, Kegiatan ini adalah wujud dan aktualisasi dari kesalehan sosial Gerakan Penolak Lupa yaitu perwujudan ibadah personal dalam bentuk kepedulian, empati dan aksi nyata bagi lingkungan sekitar dengan menekankan pada nilai-nilai solidaritas, tolong-menolong, toleransi serta menjaga kelestarian alam, sehingga menjadi organisasi atau individu yang tetap berpegang pada nalar kritis dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Selain wujud dari kesalehan sosial kegiatan ini juga wujud dari kritik sosial atas kondisi bangsa saat ini.” tegas dia.

“Satu tahun lebih kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Satu Tahun Lebih Kepemimpinan Bupati Gresik, terasa bangsa dan Kabupaten Gresik saat ini tidak kemana-mana, justru terasa telah lahir pemimpin baru walaupun dengan pola kepemimpinan lama atau bahkan bisa disebut pola orde baru.” sambungnya.

Oleh karena itu, tegas dia, kondisi hari ini secara nampak dan nyata masih sangat banyak masalah-masalah kerakyatan yang terjadi di Kabupaten Gresik khususnya dan di Republik ini secara umum. Mulai dari Keberadaan Program MBG, Kesejahteraan Guru Honorer, Isue Pilkada Dipilih Oleh Legislatif, Sulitnya Mencari Kerja, Mahalnya Biaya Pendidikan, Layanan Infra Struktur Publik yang tidak layak, Penataan Kota yang Semerawut, Krisis lingkungan di tengah industrialisasi, kinerja legislatif yang masih terkesan cari muka saja, dan lain sebagainya.

“Hal ini yang membuat kami dari Gerakan Penolak Lupa (GEPAL) dengan akal sehat dan waras menggelar Kegiatan tersebut diatas dengan Tema GRESIK BARU LEBIH MAJU, ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN.” pungkasnya.

Pos terkait