Jakarta – Jaringan Insan Muda Indonesia (JIMI) melalui Ketuanya, Daud Loilatu, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas langkah cepat dan tegas dalam menangani kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum Brimob di Tual yang mengakibatkan meninggalnya seorang siswa SMP. Respons yang sigap tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan institusi Polri dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggotanya sendiri yang terbukti melakukan pelanggaran.
Daud Loilatu menegaskan bahwa keputusan pemberian sanksi tegas berupa pemecatan terhadap oknum yang terlibat merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi. Kebijakan tersebut tidak hanya memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa tidak ada ruang bagi tindakan kekerasan dan penyalahgunaan wewenang di tubuh Polri. Hal ini sekaligus menunjukkan adanya komitmen nyata dalam melakukan pembenahan internal secara berkelanjutan.
Menurutnya, transparansi dalam proses penegakan hukum terhadap anggota yang bermasalah menjadi indikator penting bahwa reformasi Polri tidak berhenti pada tataran wacana. Keberanian institusi untuk membuka proses dan menjatuhkan sanksi tegas mencerminkan perubahan kultur yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi penegak hukum.
JIMI juga memandang bahwa penanganan kasus ini harus menjadi momentum untuk terus memperkuat pengawasan internal dan meningkatkan kualitas pembinaan personel di semua lini. Reformasi yang berjalan saat ini perlu dijaga konsistensinya agar setiap pelanggaran dapat ditindak secara cepat, transparan, dan berkeadilan, sehingga tidak mencederai rasa kemanusiaan dan nilai-nilai hukum.
Lebih lanjut, Daud Loilatu menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta berharap agar proses hukum yang berjalan dapat memberikan rasa keadilan yang utuh. Ia menekankan bahwa langkah tegas yang diambil Polri menjadi contoh bahwa institusi negara mampu melakukan koreksi internal secara terbuka demi kepentingan masyarakat.
Sebagai penutup, Jaringan Insan Muda Indonesia mendorong Polri untuk terus melanjutkan agenda reformasi secara konsisten dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Apresiasi ini diharapkan menjadi energi positif bagi Polri untuk semakin memperkuat kepercayaan publik serta menghadirkan keadilan yang berkeadaban bagi seluruh masyarakat Indonesia.





