Duka Tual, Seruan KASBI untuk Sistem Pengamanan yang Lebih Aman

Buruh Ilustrasi
Buruh Ilustrasi

Bekasi, 10 Maret 2026 – Dunia pendidikan dan kemanusiaan berduka atas berpulangnya seorang pelajar 14 tahun di Tual akibat insiden patroli aparat. Menyikapi hal ini, KASBI mengeluarkan pernyataan yang menitikberatkan pada perlindungan masa depan generasi muda melalui perbaikan sistem keamanan nasional. Mereka meminta Polri untuk memastikan bahwa setiap peluru dan tindakan aparat memiliki akuntabilitas yang tinggi.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Ketika seorang pelajar tewas dalam situasi patroli, ada yang salah dengan cara kita menjaga ketertiban,” tegas rilis resmi KASBI. Mereka mengusulkan agar Polri segera melakukan audit terhadap SOP penggunaan kekuatan.

Audit ini penting untuk melihat apakah prosedur yang ada sudah cukup sensitif terhadap keberadaan warga sipil dan anak-anak di lokasi konflik atau patroli rutin.
Selain itu, KASBI menyoroti perlunya reformasi dalam sistem pelatihan pengendalian massa. Pelatihan harus menyertakan simulasi menghadapi kerumunan yang melibatkan kelompok rentan. Hal ini harus dibarengi dengan pengawasan internal yang tidak hanya tajam ke bawah, tapi juga tegas ke atas. Budaya organisasi yang mengedepankan dialog harus diutamakan di atas penggunaan senjata api.

Harapannya, melalui evaluasi mendalam pasca kasus Tual, Polri bisa bertransformasi menjadi institusi yang benar-benar menjadi pelindung bagi setiap anak bangsa. KASBI meyakini bahwa dengan SOP yang jelas, pelatihan yang matang, pengawasan yang ketat, dan budaya yang humanis, kejadian serupa tidak akan terulang kembali. “Mari jadikan duka Tual sebagai titik balik untuk Polri yang lebih baik dan lebih melayani.”

Pos terkait