Lonjakan Sampah Lebaran, Sekjen Prabu Dorong Percepatan Proyek PSEL Menguat

Sekjen Prabu Peduli Lingkungan Rido Satriyo
Sekjen Prabu Peduli Lingkungan Rido Satriyo

Jakarta – Lonjakan volume sampah terjadi di wilayah Jabodetabek setelah libur panjang Idulfitri. Di sejumlah kawasan, sampah terlihat menumpuk di permukiman, Tempat Penampungan Sementara (TPS), hingga ruang terbuka publik. Peningkatan ini dipicu tingginya aktivitas konsumsi masyarakat selama Lebaran, terutama dari limbah rumah tangga dan kemasan sekali pakai.

Situasi tersebut kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang belum tertangani secara optimal. Pemilahan dari sumber masih terbatas, kapasitas pengangkutan belum sebanding dengan volume timbulan, sementara fasilitas pengolahan masih minim. Dampaknya, sebagian besar sampah tetap berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menambah tekanan terhadap lingkungan.

Secara nasional, persoalan ini juga tercermin dari tingginya timbulan sampah setiap tahun. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) mencatat timbulan sampah Indonesia mencapai sekitar 26 juta ton per tahun. Sebagian besar masih ditangani melalui penimbunan di TPA, bahkan di beberapa daerah masih menggunakan metode open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, menilai percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Jabodetabek perlu segera direalisasikan.

“PSEL dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan pada penimbunan sampah sekaligus memanfaatkan sampah sebagai sumber energi.” tegasnya.

Rido menegaskan pelaksanaan proyek PSEL harus dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan pengawasan ketat. Ia juga menekankan pentingnya pengendalian emisi dalam operasional PSEL, penguatan edukasi pemilahan sampah dari sumber, serta penertiban TPS liar di wilayah Jabodetabek.

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.” ujarnya.

Pos terkait