Lebih Strategis Belajar Saintek Prancis

Presiden Prabowo Di Prancis
Presiden Prabowo Di Prancis

Oleh Ayik Heriansyah

Omon-omon Pak Presiden tentang pentingnya siswa Indonesia belajar bahasa Prancis perlu dibaca secara strategis yaitu bahasa sebagai pintu masuk menuju penguasaan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi (saintek).

Orientasi belajar bahasa Prancis bukan untuk meniru budaya mereka, karena Indonesia memiliki identitas budaya tersendiri. Budaya Indonesia tumbuh di atas fondasi religiusitas dan nilai-nilai agamis, sedangkan Prancis berkembang dalam tradisi sekularisme yang sangat kuat. Perbedaan ini harus dipahami secara jernih agar transfer ilmu pengetahuan tidak berubah menjadi imitasi budaya.

Dalam sejarah modern, bangsa-bangsa maju selalu menjadikan bahasa sebagai instrumen penguasaan ilmu dan teknologi. Bahasa Inggris berkembang bukan semata karena sastra dan budayanya, tetapi karena revolusi industri dan dominasi sains Barat. Bahasa Mandarin dipelajari dunia karena kebangkitan ekonomi dan teknologi China. Dalam konteks itu, bahasa Prancis juga perlu diposisikan sebagai sarana strategis untuk mengakses pusat inovasi Eropa.

Prancis saat ini merupakan salah satu kekuatan utama dunia dalam bidang sains dan teknologi. Negara ini menonjol dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), teknologi kuantum, energi nuklir, kedirgantaraan, hingga transportasi modern. Bahkan Prancis menjadi salah satu motor penting inovasi teknologi di kawasan Uni Eropa.

Dalam bidang AI dan ekonomi digital, pemerintah Prancis menggelontorkan investasi besar untuk membangun kedaulatan teknologi Eropa. Mereka tidak ingin sepenuhnya bergantung pada dominasi teknologi Amerika Serikat maupun China. Karena itu, Prancis mendorong pengembangan pusat riset AI, startup digital, dan industri teknologi masa depan secara agresif.

Ekosistem startup Prancis berkembang pesat melalui gerakan “La French Tech” yang mempertemukan negara, universitas, investor, dan perusahaan teknologi dalam satu ekosistem inovasi nasional. Dari sinilah lahir berbagai perusahaan rintisan berbasis AI, keamanan siber, kesehatan digital, hingga teknologi hijau yang kini mulai diperhitungkan dunia.

Dalam bidang teknologi kuantum, Prancis masuk dalam kelompok elite dunia yang serius mengembangkan komputasi kuantum untuk kepentingan keamanan siber, farmasi, komunikasi, dan industri pertahanan masa depan. Teknologi ini diprediksi menjadi fondasi revolusi industri berikutnya setelah era AI dan big data.

Di sektor kedirgantaraan, Prancis merupakan rumah bagi , salah satu perusahaan pesawat terbesar di dunia. Industri penerbangan dan pertahanan Prancis telah lama menjadi simbol kemajuan teknologi tinggi Eropa. Selain itu, inovasi kereta cepat dan mobilitas rendah karbon menunjukkan visi jangka panjang mereka dalam membangun transportasi masa depan.

Sementara dalam bidang energi, Prancis dikenal sebagai pelopor energi rendah karbon melalui kombinasi energi nuklir dan energi terbarukan. Mereka tidak hanya membangun teknologi pembangkit listrik, tetapi juga mengembangkan riset hidrogen dan transisi energi hijau sebagai fondasi ekonomi masa depan.

Karena itu, belajar bahasa Prancis sesungguhnya adalah strategi untuk membuka akses langsung terhadap literatur teknis, jurnal ilmiah, riset mutakhir, dan jejaring profesional Prancis. Siswa Indonesia yang menguasai bahasa Prancis memiliki peluang lebih besar untuk mengikuti pertukaran akademik, riset internasional, hingga kolaborasi teknologi dengan lembaga pendidikan dan industri di Prancis.

Yang harus diperhatikan, Indonesia tetap harus memiliki kepercayaan diri budaya. Kita dapat belajar teknologi Prancis tanpa harus meniru sekularisme atau gaya hidup Barat.

Jepang mampu menyerap teknologi modern tanpa kehilangan identitas kebudayaannya. Korea Selatan maju dalam industri digital tanpa meninggalkan karakter nasionalnya.

Indonesia pun harus mampu melakukan hal yang sama, menyerap saintek modern sambil tetap menjaga nilai-nilai religius dan kepribadian bangsa.

Dengan demikian, yang lebih penting bukan sekadar “belajar bahasa Prancis”, tetapi bagaimana bahasa Prancis menjadi jalan menuju transfer ilmu pengetahuan dan penguasaan saintek modern.

Sudah menjadi hukum rimba dunia, bangsa yang menguasai teknologi akan lebih menentukan arah masa depan dunia dibanding bangsa yang hanya menjadi pasar pengguna teknologi.

Pos terkait