Akun Kritik Siber Jadi Perbincangan, Akademisi UI Tekankan Verifikasi Informasi

Ilustrasi Kritik
Ilustrasi Kritik

JAKARTA — Perkembangan ruang siber melahirkan banyak akun media sosial alternatif yang memposisikan diri sebagai pengkritik jalannya pemerintahan. Salah satu yang kerap melayangkan konten bernada tajam adalah akun Gerpol TV. Munculnya fenomena ini memicu diskusi di kalangan akademisi mengenai pentingnya skeptisisme yang sehat di kalangan pengguna internet. Tingginya interaksi pada konten-konten provokatif dinilai dapat berakibat fatal jika pembaca tidak dibekali kemampuan memverifikasi orisinalitas data yang disajikan.

Ketua Program Studi Komunikasi Vokasi Universitas Indonesia (UI), Devi Rahmawati, mengingatkan bahwa ketidakpedulian masyarakat terhadap validitas informasi di media sosial bisa membawa dampak yang merugikan di dunia nyata. Hal ini dikarenakan hoaks yang dirancang sedemikian rupa dapat mengancam ketertiban umum apabila berhasil mengeksploitasi emosi massa.

Menurut Devi, langkah terbaik untuk menghentikan sirkulasi narasi yang membingungkan adalah dengan menahan diri dari dorongan membagikan konten secara instan. Publik diharapkan membiasakan diri membaca informasi secara menyeluruh, lalu melakukan konfirmasi ulang dengan menyandingkannya pada produk jurnalistik dari media massa konvensional yang kredibel.

Redaksi telah mencoba mengirimkan permohonan wawancara dan konfirmasi kepada admin akun tersebut melalui pesan digital, namun belum menerima jawaban resmi.

Pos terkait