Jakarta – BEM UKRIDA mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk tetap menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama perjuangan. Mahasiswa harus mampu menjaga independensi dan konsistensi dalam mengawal berbagai persoalan publik, terutama kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan, keadilan, pendidikan, ekonomi, serta kehidupan masyarakat.
Sebagai kelompok intelektual, mahasiswa dituntut untuk bergerak lebih cerdas, terukur dan berbasis pada kajian yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik tidak cukup hanya disampaikan dengan suara keras, tetapi harus diperkuat melalui argumentasi, data dan gagasan solutif sehingga gerakan mahasiswa benar-benar memiliki bobot serta mampu memberikan tekanan moral yang konstruktif terhadap pengambil kebijakan.
BEM UKRIDA mengingatkan agar kebebasan menyampaikan pendapat tidak kehilangan arah akibat tindakan provokatif, kekerasan, perusakan fasilitas umum maupun aksi kontraproduktif lainnya. Tindakan semacam itu justru berpotensi mengaburkan substansi tuntutan, merugikan masyarakat, serta mencederai nama baik mahasiswa sebagai kekuatan intelektual dan moral.
“Tetap kritis, tetapi bergeraklah dengan intelektualitas. Jangan biarkan perjuangan untuk rakyat kehilangan substansi karena provokasi dan tindakan kontraproduktif. Mahasiswa harus dikenal karena kekuatan gagasan dan keberpihakannya kepada rakyat, bukan karena tindakan yang merugikan masyarakat.” tegasnya.
BEM UKRIDA mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk mengembalikan gerakan pada marwahnya: kritis dalam sikap, kuat dalam argumentasi, cerdas dalam bergerak, dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.





