BEM UMJ: Tetap Kritis Tanpa Kehilangan Semangat Persatuan

BEM UMJ
BEM UMJ

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (BEM UMJ) mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa menjadikan momentum Bulan Kemerdekaan sebagai ruang untuk memperkuat semangat persatuan dan tanggung jawab bersama dalam membangun bangsa. Kemerdekaan tidak cukup diperingati secara seremonial, tetapi harus dimaknai melalui kontribusi nyata dalam menjaga demokrasi sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

BEM UMJ menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap berdiri sebagai kekuatan kritis dan independen. Energi gerakan mahasiswa perlu difokuskan pada persoalan substantif yang bersentuhan langsung dengan kehidupan rakyat, khususnya kesejahteraan, keadilan sosial, lapangan pekerjaan, pendidikan, pelayanan publik, serta berbagai kebijakan yang berdampak terhadap kelompok masyarakat kecil.

Di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang, BEM UMJ mengingatkan elemen pemuda dan mahasiswa agar tidak mudah terseret oleh provokasi maupun agenda yang mendorong perpecahan. Perbedaan pandangan dan kritik terhadap kebijakan merupakan bagian dari demokrasi, namun tidak boleh berubah menjadi kebencian, kekerasan, ataupun tindakan kontraproduktif yang justru menjauhkan gerakan mahasiswa dari kepentingan rakyat.

“Tetap kritis tanpa kehilangan semangat persatuan. Perjuangan mahasiswa harus berpihak kepada kesejahteraan rakyat, bukan menjadi ruang bagi provokasi dan kepentingan yang ingin memecah belah bangsa. Bulan Kemerdekaan harus menjadi momentum menyatukan energi pemuda untuk Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan demokratis.” tegasnya.

BEM UMJ mengajak mahasiswa untuk membuktikan bahwa sikap kritis dan semangat kebangsaan bukanlah dua hal yang bertentangan. Kritik tetap lantang, kepentingan rakyat tetap menjadi garis perjuangan, tetapi persatuan bangsa harus tetap dijaga.

Pos terkait