Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (BEM UTA’45) mengajak seluruh elemen mahasiswa dan pemuda untuk memaknai momentum Bulan Kemerdekaan dengan memperkuat semangat persatuan, menjaga kebersamaan, serta mengambil peran nyata dalam membangun bangsa. Kemerdekaan harus menjadi energi bagi generasi muda untuk menghadirkan gagasan, kritik, dan gerakan yang konstruktif bagi kepentingan masyarakat.
Mahasiswa harus tetap kritis karena kritik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, sikap kritis harus dibangun di atas kajian, rasionalitas, dan kemampuan membaca situasi. Jangan sampai gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme dan kepedulian terhadap rakyat, secara sadar maupun tidak sadar, justru dimanfaatkan atau ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu yang tidak memiliki hubungan dengan substansi perjuangan mahasiswa.
BEM UTA’45 juga mengingatkan bahwa aksi anarkis bukanlah representasi gerakan mahasiswa. Ketika sebuah gerakan kehilangan substansi dan berubah menjadi perusakan, kekerasan, atau tindakan yang merugikan masyarakat, maka arah perjuangannya menjadi kabur dan pesan yang hendak diperjuangkan justru tenggelam oleh dampak negatif yang ditimbulkan.
Momentum kemerdekaan harus mengembalikan gerakan pemuda dan mahasiswa pada kekuatan utamanya: kritis dalam berpikir, cerdas membaca situasi, berani menyampaikan sikap, tetapi tetap bertanggung jawab dalam bertindak. Jangan biarkan idealisme mahasiswa menjadi kendaraan kepentingan politik. Jaga persatuan, kawal kepentingan rakyat, dan buktikan bahwa gerakan mahasiswa mampu menjadi kekuatan intelektual yang membangun bangsa, bukan menciptakan kerusakan.





