Ketua SEMA UIN Jakarta: Sampaikan Aspirasi dengan Tegas, Tetap Jaga Kedamaian

Ketua SEMA UIN Jakarta M. Ezra
Ketua SEMA UIN Jakarta M. Ezra

JAKARTA — Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Ezra Suheri, mengutuk keras aksi demonstrasi yang berlangsung anarkis di sekitar kawasan DPR RI, Slipi, dan Palmerah.

Ezra menilai penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak disertai tindakan kekerasan, perusakan, maupun tindakan lain yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

“Saya mengutuk keras aksi-aksi anarkis yang terjadi di sekitar DPR, Slipi, dan Palmerah. Menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara, termasuk mahasiswa, tetapi jangan sampai aksi tersebut berubah menjadi tindakan yang merugikan masyarakat dan membahayakan keselamatan orang lain,” ujar Ezra.

Di sisi lain, Ezra mendukung mahasiswa untuk tetap menjalankan fungsi kritisnya melalui aksi unjuk rasa sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal berbagai persoalan bangsa dan kebijakan pemerintah melalui cara-cara yang demokratis.

Ia mencontohkan aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang dinilai mampu menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Sikap tersebut, menurut Ezra, dapat menjadi contoh bahwa kritik dan tuntutan kepada pemerintah tetap dapat disampaikan secara tegas tanpa harus menggunakan kekerasan.

“Demo boleh, menyampaikan kritik boleh, bahkan harus berani menyampaikan pendapat. Tetapi anarkis jangan. Kita bisa melihat bagaimana masyarakat Pati menyampaikan aspirasinya secara damai dan tertib. Ini merupakan contoh demokrasi yang sehat,” katanya.

Ezra juga mengajak seluruh mahasiswa yang akan melakukan aksi unjuk rasa untuk menjaga etika, ketertiban, serta menghormati hak masyarakat lainnya. Ia meminta mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun tindakan pihak tertentu yang berpotensi mengubah aksi damai menjadi kericuhan.
Menurutnya, kekuatan gerakan mahasiswa justru terletak pada gagasan, argumentasi, dan konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Aksi yang diwarnai kekerasan dinilai dapat mengaburkan substansi aspirasi yang hendak disampaikan.
“Mahasiswa harus menunjukkan bahwa gerakan intelektual dapat berjalan beriringan dengan sikap tertib dan damai. Jangan sampai substansi perjuangan justru hilang karena tindakan anarkis,” ujar Ezra.

Ia berharap seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat dapat menjaga ruang demokrasi tetap sehat dengan mengedepankan dialog, penyampaian aspirasi secara damai, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku.
Ezra menegaskan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hak yang harus dijaga, tetapi menjaga keamanan dan keselamatan bersama juga merupakan tanggung jawab seluruh peserta aksi.

“Silakan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi, silakan mengkritik, tetapi lakukan dengan damai. Demokrasi tidak membutuhkan kekerasan,” pungkasnya.

Pos terkait