Jakarta — Menjelang peringatan Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Momentum Hari Tani Nasional menjadi pengingat penting atas besarnya peran petani sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.
Tani Merdeka Indonesia memandang bahwa ketahanan pangan merupakan agenda strategis yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, khususnya petani. Berbagai kebijakan dan program pemerintah di sektor pertanian perlu mendapatkan dukungan sekaligus dikawal agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para petani di seluruh Indonesia.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Akses terhadap pupuk dan sarana produksi, teknologi pertanian, permodalan, infrastruktur, pendampingan, serta kepastian pasar menjadi sejumlah faktor penting yang perlu terus diperkuat.
Selain aspek produksi dan kesejahteraan, reforma agraria juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi pertanian nasional yang berkeadilan. Tani Merdeka Indonesia mendorong agar reforma agraria terus diperkuat sebagai upaya memberikan kepastian dan akses terhadap tanah bagi petani, sekaligus memastikan pengelolaan serta pemanfaatan tanah dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Reforma agraria tidak hanya dipandang sebagai persoalan redistribusi atau kepemilikan tanah, tetapi juga harus diikuti dengan pemberdayaan petani setelah memperoleh akses lahan. Dukungan berupa sarana produksi, permodalan, teknologi, pendampingan, infrastruktur pertanian, serta akses pasar menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar lahan yang dikelola petani mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Tani Merdeka Indonesia menilai petani tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek utama dalam pembangunan pertanian. Karena itu, kebijakan pemerintah diharapkan semakin memberikan ruang bagi petani untuk berkembang, memiliki kepastian dalam mengelola lahan, meningkatkan produktivitas, dan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil pertanian mereka.
Momentum Hari Tani Nasional juga menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi terhadap perjuangan dan kontribusi para petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Di saat yang sama, momentum tersebut perlu dijadikan ruang untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang masih dihadapi petani, termasuk persoalan akses dan kepastian penguasaan lahan.
Di sisi lain, regenerasi petani menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Generasi muda harus didorong untuk terlibat dalam sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, dan model usaha pertanian modern. Dengan demikian, pertanian dapat menjadi sektor yang menjanjikan sekaligus mampu menjawab kebutuhan pangan Indonesia di masa depan.
Tani Merdeka Indonesia juga mendorong penguatan kolaborasi antara organisasi petani, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan pertanian, mulai dari produktivitas, perubahan iklim, distribusi, stabilitas harga pangan, hingga persoalan agraria.
Menjelang Hari Tani Nasional, Tani Merdeka Indonesia kembali menegaskan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan petani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan mewujudkan ketahanan pangan nasional. Petani yang memiliki akses dan kepastian terhadap lahan, didukung sarana produksi yang memadai, serta mendapatkan akses pasar yang adil akan menjadi kekuatan penting dalam membangun kemandirian pangan.
Dengan semangat petani berdaya, pertanian maju, reforma agraria berkeadilan, dan pangan berdaulat, Tani Merdeka Indonesia siap menjadi bagian dari upaya bersama mendukung pemerintah dalam membangun sektor pertanian yang kuat, modern, mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Hari Tani Nasional bukan sekadar momentum seremonial, tetapi menjadi refleksi sekaligus pengingat bahwa masa depan ketahanan pangan Indonesia sangat bergantung pada keberpihakan dan perhatian terhadap petani. Karena itu, penguatan sektor pertanian, peningkatan kesejahteraan petani, serta pelaksanaan reforma agraria yang berpihak kepada petani harus terus menjadi bagian dari prioritas pembangunan nasional.





