Founder Pemuda Berdampak Ajak Masyarakat Jadikan “September Hitam” Ruang Refleksi Kebangsaan

Bagas Yulianto Founder Pemuda Berdampak
Bagas Yulianto Founder Pemuda Berdampak

JAKARTA — Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, mengimbau masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), mahasiswa, dan kalangan buruh untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif sepanjang September 2026.

Bagas menilai, berbagai aspirasi dan kritik yang berkembang di tengah masyarakat merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu disikapi secara dewasa dan bertanggung jawab. Termasuk isu yang dikenal dengan istilah “September Hitam”, yang menurutnya dapat menjadi momentum refleksi serta koreksi konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

“Kita menghormati setiap warga negara yang ingin menyampaikan aspirasi. Namun, mari kita pastikan penyampaiannya dilakukan secara damai, tertib, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas. Kritik harus menjadi masukan yang membangun agar pemerintah dapat terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar Bagas Yulianto.

Menurutnya, mahasiswa, buruh, ormas, dan elemen masyarakat sipil memiliki peran penting sebagai bagian dari kontrol sosial. Aspirasi yang disampaikan secara kritis, berbasis data, dan mengedepankan solusi dapat menjadi kontribusi positif bagi proses pembangunan nasional.

Bagas juga mengajak pemerintah untuk terus membuka ruang dialog dengan berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat diperlukan agar persoalan yang menjadi perhatian publik dapat dibahas secara konstruktif.

“Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Kita boleh kritis, tetapi tetap menjaga persatuan dan ketertiban. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap momentum September 2026 dapat menjadi ruang refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa. Isu dan kritik yang muncul diharapkan tidak berhenti pada perdebatan, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendorong kebijakan yang semakin memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Harapan kita sederhana, Indonesia semakin aman, adil, makmur, dan sejahtera. Mari gunakan demokrasi sebagai ruang untuk menyampaikan kritik dan gagasan secara bertanggung jawab demi perbaikan bangsa,” pungkas Bagas.

Pos terkait