Iman Zanatul Haeri: September Hitam Harus Menjadi Masukan Konstruktif bagi Pemerintah

Iman Zanatul Haeri Mendikbud Kabinet Bayangan
Iman Zanatul Haeri Mendikbud Kabinet Bayangan

JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, mengajak masyarakat dan pemerintah menjadikan isu September Hitam sebagai momentum refleksi serta masukan konstruktif untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Iman, berbagai peristiwa sejarah yang kembali menjadi perhatian melalui isu September Hitam perlu dipahami secara kritis dan proporsional. Ia menilai sejarah tidak semestinya hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mendorong perbaikan di masa kini dan masa mendatang.

“September Hitam harus kita jadikan sebagai bahan refleksi dan masukan konstruktif bagi pemerintah. Kita belajar dari sejarah agar berbagai persoalan yang pernah terjadi tidak terulang kembali dan kehidupan masyarakat ke depan menjadi lebih baik,” ujar Iman.

Ia mengatakan pemerintah perlu membuka ruang dialog dengan masyarakat serta mendengarkan berbagai kritik dan aspirasi yang berkembang. Menurutnya, masukan dari masyarakat dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, ekonomi, maupun bidang lainnya.

Dalam konteks pendidikan, Iman menilai generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mempelajari sejarah secara kritis, terbuka, dan berbasis sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman sejarah, menurutnya, penting untuk membangun kesadaran kebangsaan sekaligus mendorong generasi muda mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa masa lalu.

“Pendidikan harus membantu generasi muda memahami sejarah dengan kritis. Tujuannya bukan untuk mewariskan kebencian, tetapi membangun kesadaran agar kita mampu memperbaiki kesalahan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” katanya.

Iman juga mengajak seluruh elemen masyarakat menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari dinamika masyarakat demokratis, tetapi perlu disampaikan dengan tetap menghormati hak masyarakat lainnya.

Ia berharap isu September Hitam dapat menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah untuk membahas berbagai persoalan yang masih membutuhkan perhatian, sekaligus mencari solusi yang berorientasi pada kepentingan publik.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang berani melihat sejarahnya, melakukan evaluasi, dan terus memperbaiki diri. Mari jadikan September Hitam sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia,” pungkas Iman Zanatul Haeri.

Pos terkait