JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026, Ketua Lembaga Sosial Pemuda Nusantara (LSPN), Yogi Ratmo, mengajak masyarakat untuk kembali mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Yogi mengatakan Pancasila tidak seharusnya hanya diperingati sebagai simbol kenegaraan, tetapi juga dijadikan pedoman hidup dan falsafah bangsa dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, damai, dan sejahtera.
“Menjelang Hari Kesaktian Pancasila, mari kita kembali mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila harus menjadi pedoman hidup dan falsafah bangsa dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Yogi.
Menurutnya, pengamalan Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persatuan, menjunjung kemanusiaan, serta memperjuangkan keadilan sosial. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi praktik korupsi dan berbagai bentuk kekerasan.
“Korupsi harus kita perangi bersama karena dampaknya dirasakan masyarakat. Kekerasan juga harus kita tolak karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Semangat Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Yogi menilai upaya membangun masyarakat yang sejahtera membutuhkan keterlibatan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan pemerintahan yang bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tentu mendukung pemerintahan yang bersih dan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Tetapi dukungan itu juga harus disertai partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi, memberikan masukan, dan memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan,” ujar Yogi.
Ia juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran dalam menjaga persatuan serta menghindari berbagai tindakan yang dapat memecah belah masyarakat. Menurutnya, pemuda memiliki posisi penting dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi berikutnya.
“Pancasila bukan sekadar hafalan, tetapi harus menjadi pedoman dalam bertindak. Mari kita perangi korupsi, perangi kekerasan, jaga persatuan, dan bersama-sama mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” pungkas Yogi Ratmo.





