Jakarta — Menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) menyatakan tidak akan melakukan aksi unjuk rasa dalam momentum tersebut.
Ketua Umum PMKRI, Christian Alesandro Delviero, menegaskan bahwa momentum dua tahun kepemimpinan nasional dapat menjadi ruang refleksi bersama untuk melihat perjalanan pemerintahan, mengevaluasi pelaksanaan kebijakan publik, serta mendorong perbaikan demi kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam kehidupan demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga dapat dilakukan melalui dialog kritis, kajian kebijakan, penyampaian aspirasi secara konstruktif, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
PMKRI, sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan demokrasi, tetap memandang pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal arah pembangunan nasional.
Sikap untuk tidak menggelar aksi unjuk rasa menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidak serta-merta menghilangkan fungsi kritis mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.
PMKRI tetap mendorong agar pemerintah menjalankan agenda pembangunan secara bertanggung jawab, berpihak kepada kepentingan rakyat, serta membuka ruang partisipasi publik yang luas bagi seluruh elemen masyarakat.
Momentum dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat evaluasi, memperbaiki berbagai kekurangan, dan memastikan bahwa kebijakan negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan demikian, PMKRI menegaskan pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat, mengedepankan penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab, serta menempatkan kepentingan bangsa dan rakyat sebagai prioritas utama.





