Jaga Stabilitas Beras Nasional, Dr. Rachmi Widiriani Dorong Distribusi Pangan Merata

Dr. Rachmi Widiriani
Dr. Rachmi Widiriani

JAKARTA – Penguatan ketersediaan dan distribusi pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mendorong optimalisasi sistem distribusi serta pengelolaan cadangan pangan pemerintah guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras, tetap tersedia dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Rachmi Widiriani, S.P., M.Si., menempatkan kelancaran distribusi dan penguatan cadangan pangan sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

Menurut Rachmi, ketersediaan pangan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah stok yang dimiliki pemerintah. Lebih dari itu, distribusi harus berjalan efektif agar beras dapat menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan dengan harga yang terjangkau.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang seberapa besar stok yang tersedia, tetapi juga bagaimana memastikan pangan tersebut dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Distribusi yang lancar menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” demikian pesan yang menjadi penekanan dalam upaya penguatan distribusi pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi salah satu langkah strategis. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, pelaku usaha pangan, penggilingan padi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya perlu membangun sinergi untuk memastikan rantai pasok pangan berjalan optimal.

Koordinasi tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, ketimpangan distribusi antarwilayah, hingga gejolak harga beras yang dapat berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

“Kita perlu memastikan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama. Cadangan pangan pemerintah harus dikelola dan dimanfaatkan secara optimal, terutama ketika terjadi peningkatan kebutuhan maupun gangguan distribusi di suatu wilayah,” menjadi salah satu pesan penting dalam penguatan tata kelola cadangan pangan.

Optimalisasi cadangan beras pemerintah juga memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat, peningkatan permintaan, maupun gangguan pada rantai distribusi.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta mendukung pencapaian swasembada pangan dan beras nasional.

Ke depan, penguatan sistem distribusi pangan diharapkan tidak hanya mampu menjaga ketersediaan beras dari sisi jumlah, tetapi juga memastikan akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas, terjangkau, dan merata.

“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan koordinasi, kolaborasi, dan pengelolaan cadangan yang baik, kita ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan sistem pangan nasional semakin tangguh,” demikian pesan yang diharapkan terus menjadi landasan penguatan distribusi pangan Indonesia.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk membangun sistem pangan nasional yang lebih kuat, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Pos terkait