Alumni Timur Tengah Ajak Publik Bijak Sikapi Konflik Global, Tetap Tenang & Tak Terprovokasi

Dialog Publik Himpunan Alumni Timur Tengah
Dialog Publik Himpunan Alumni Timur Tengah

Jakarta – Konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah dinilai memiliki dampak global, termasuk terhadap Indonesia. Namun demikian, kondisi dalam negeri disebut masih relatif stabil, terutama pada sektor energi dan ekonomi.

Terkait konflik Timur Tengah, Himpunan Alumni Timur Tengah menggelar diskusi publik yang menghadirkan beberapa narasumber, baik akademisi maupun aktivis alumni kampus Timur Tengah.

Dalam diskusi tersebut, Mohammad Tholchah Al-Fayyadi, L.c. menyampaikan, “Sejarah geopolitik internasional semasa Presiden Sukarno menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai peran penting dalam menjaga perdamaian dunia. Peran ini juga terus dilanjutkan oleh Presiden Prabowo untuk aktif mendorong perdamaian di Timur Tengah.”

Sementara itu, Dwi Winarno, M.Si., analis politik Timur Tengah, mengatakan, “BoP merupakan sebuah ikhtiar pemerintah agar Timur Tengah tetap damai. Mayoritas anggota BoP adalah negara Islam, sehingga penting bagi kita untuk tetap membina rasa percaya kepada pemerintah. Dalam Islam kita mengenal ulil amri, agar kita tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah.”

Muchammad Iskandar Zulfikar, SP, MP., analis hubungan internasional, menegaskan, “Konflik di Timur Tengah merupakan perang kepentingan. Yang terpenting bagi kita adalah bagaimana kepentingan nasional tetap terjaga secara kondusif.”

Adapun Debi Abi Yanto menekankan pentingnya menjaga stabilitas dalam negeri. Ia menyatakan, “Kepentingan nasional sangat penting. Mari kita jaga kondusifitas, itu yang paling utama. Kita juga harus mengantisipasi media sosial, jangan sampai mudah tersulut.”

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu faktor penting dalam konflik tersebut adalah keberadaan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi minyak dunia.

“Konflik di Timur Tengah itu berdampak juga ke Indonesia, apalagi Selat Hormuz merupakan jalur minyak terbesar. Tapi sampai hari ini kondisi di Indonesia masih stabil, termasuk harga BBM,” ujarnya dalam diskusi.

Ia membandingkan situasi Indonesia dengan sejumlah negara lain seperti Filipina dan Bangladesh yang telah mengambil langkah antisipatif lebih ketat terhadap warganya di tengah eskalasi konflik global.

Lebih lanjut, Deby menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya menjaga perdamaian dunia, khususnya di Timur Tengah. Hal tersebut tidak terlepas dari prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia.

Pos terkait