Feri Amsari: Kasus Andrie Yunus Bisa Guncang Wibawa Negara!

Feri Amsari Managing Partner Themis Indonesia
Feri Amsari Managing Partner Themis Indonesia

JAKARTA — Pakar hukum Tata Negara, Feri Amsari, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku di balik serangan penyiraman air keras, terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Pernyataan tersebut disampaikan Feri dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Feri yang juga menjadi Managing Partner Themis Indonesia menilai Andrie selama ini dikenal sebagai aktivis yang bekerja untuk kepentingan publik dan sering bersuara mengenai berbagai persoalan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

“Semua orang tahu kebaikan dia selalu dengan keramahannya. Dan keramahannya itu bisa berubah jadi marah ketika negara bertindak tidak wajar kepada warga negaranya,” ujar Feri.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban penuh untuk memastikan kasus kekerasan tersebut diusut hingga tuntas. Mengingat korban merupakan pembela hak asasi manusia, yang selama ini memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Ia pun meminta semua lembaga negara yang berkaitan dengan penegakan hukum, termasuk presiden, kepolisian, dan kejaksaan, memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.

“Hari ini negara memperlakukan Andri Yunus dengan tidak patut. Oleh karena itu saya ingin menghimbau negara dalam hal ini Presiden, Kapolri, Kejaksaan Agung, dan seluruh aparat negara untuk bersungguh-sungguh mengungkap perkara itu,” kata dia.

Feri juga mengingatkan bahwa kegagalan aparat dalam mengungkap pelaku justru dapat menimbulkan kecurigaan publik terhadap negara. “Jika negara gagal mengungkap siapa pelaku kejahatan dan perbuatan keji ini, bagi kami negara adalah bagian dari kejahatan itu,” tegasnya.

Andrie Yunus sebelumnya menjadi korban penyiraman cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal setelah mengikuti kegiatan diskusi di kantor YLBHI. Akibat serangan tersebut, ia mengalami luka bakar serius pada wajah dan mata dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Pos terkait