Harga Timah Naik dan WPR Dikebut, Harapan Baru bagi Penambang Rakyat Babel

Penambang Rakyat Babel
Penambang Rakyat Babel

PANGKALPINANG – Ketua Aliansi Tambang Rakyat Bersatu menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama jajaran Forkopimda atas langkah cepat menggelar rapat dan diskusi terkait tuntutan masyarakat penambang mengenai penyesuaian harga timah.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Babel, tersebut menghasilkan kabar menggembirakan. Dalam forum itu disepakati bahwa PT Timah akan menaikkan harga pembelian timah dari masyarakat.

“Alhamdulillah, permintaan masyarakat agar harga timah dinaikkan disepakati. PT Timah setuju, bahkan terkait sistem pembayaran juga dimudahkan. Jika barang masuk pagi, sore sudah bisa dibayar. Dan hingga hari ini sudah disetujui oleh pusat Tim Satgas PKH,” ujar Batara.

Dalam kesepakatan tersebut, PT Timah resmi menetapkan harga beli timah dari masyarakat sebesar Rp260 ribu per kilogram untuk kadar SN 100 persen.

Gubernur Hidayat Arsani menyambut kesepakatan ini dengan optimis. Ia berharap kebijakan tersebut dapat memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan mencegah terjadinya gejolak sosial.

“Sebagai pemerintah, tentu kami ingin kekayaan tambang yang kita miliki benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Semoga dengan kesepakatan hari ini, kondisi tetap kondusif dan tidak ada lagi kerusuhan,” ujarnya.

Selain itu, Batara juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Hidayat Arsani yang menegaskan bahwa proses penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) masih terus berjalan dan ditargetkan segera rampung.

“Untuk WPR sebenarnya sudah selesai, tinggal menunggu Perda. Bahkan tadi Ketua DPRD menyampaikan akan dipercepat seperti jalan tol, karena ini menyangkut hajat hidup rakyat,” tegasnya.

Pos terkait