BEM UTMJ: Perjelas Tuntutan, Perkuat Kajian, Jangan Kejar Panggung Viral

BEM UTMJ
BEM UTMJ

Jakarta – BEM Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta menilai terdapat kecenderungan dalam sebagian gerakan mahasiswa saat ini yang mulai kehilangan fokus terhadap substansi isu dan tujuan perjuangan. Aksi yang seharusnya menjadi ruang menyampaikan gagasan, kritik, dan tuntutan rakyat justru berisiko bergeser menjadi upaya mencari momentum konfrontasi dengan aparat maupun masyarakat demi menciptakan kesan militansi, eksistensi, dan konten yang mudah viral.

Mahasiswa harus melakukan evaluasi terhadap pola gerakan semacam ini. Ukuran keberhasilan perjuangan bukan seberapa keras benturan yang terjadi atau seberapa viral aksi di media sosial, melainkan seberapa kuat tuntutan mampu memengaruhi kebijakan dan membawa manfaat bagi masyarakat. Ketika energi lebih banyak dihabiskan untuk menciptakan sensasi dibanding memperjuangkan substansi, gerakan mahasiswa justru kehilangan legitimasi moral dan intelektualnya.

BEM Universitas Teknologi Muhammadiyah Jakarta mendorong mahasiswa untuk kembali pada tradisi gerakan yang kritis, berbasis kajian, independen, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Konfrontasi yang tidak perlu hanya berpotensi mengaburkan tuntutan, merugikan masyarakat, serta menciptakan stigma negatif terhadap gerakan mahasiswa secara keseluruhan.

“Mahasiswa turun ke jalan untuk memperjuangkan gagasan dan kepentingan rakyat, bukan mencari panggung untuk viral. Jangan ukur militansi dari seberapa keras konfrontasi yang terjadi. Tajamkan kajian, perjelas tuntutan, dan pastikan setiap gerakan memiliki tujuan serta dampak yang nyata bagi rakyat.” tegasnya.

Gerakan mahasiswa harus kembali kepada substansinya: kritis tanpa kehilangan nalar, berani tanpa mencari sensasi, dan militan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat tanpa menjadikan konfrontasi sebagai tujuan gerakan.

Pos terkait