Jakarta — Alumni STM Sudirman, Hary Prio Saptoaji alias Botak, mengimbau seluruh anak muda, khususnya pelajar, agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan ajakan yang beredar di media sosial maupun lingkungan pergaulan.
Hary menyampaikan bahwa perkembangan informasi yang begitu cepat membuat para pelajar harus lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya tidak seharusnya langsung dipercaya, terlebih jika berisi ajakan untuk mengikuti kegiatan yang berpotensi menimbulkan keributan atau merugikan diri sendiri.
Ia juga mengingatkan agar para pelajar tidak mudah terbawa emosi maupun ikut-ikutan hanya karena melihat ajakan atau informasi yang sedang ramai diperbincangkan. Setiap keputusan, menurutnya, perlu dipikirkan dengan matang karena tindakan yang dilakukan sesaat dapat berdampak panjang terhadap diri sendiri, keluarga, pendidikan dan masa depan.
“Saya Hary Prio Saptoaji alias Botak, saya merupakan alumni STM Sudirman. Saya mengimbau kepada seluruh anak muda, khususnya para pelajar, agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Hary.
Hary menegaskan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hal yang dapat dilakukan oleh setiap warga negara, namun tetap harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia meminta para pelajar untuk tidak mudah terpancing apabila menemukan informasi yang bernada provokatif atau ajakan yang tidak diketahui secara jelas siapa sumbernya.
“Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terbawa emosi, kita melakukan tindakan yang akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga dan masa depan. Kalau mendapatkan informasi atau ajakan, pastikan dulu kebenarannya dan jangan langsung percaya,” katanya.
Selain itu, Hary mengajak para pelajar untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan pergaulan agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memicu tindakan negatif. Menurutnya, anak muda memiliki masa depan yang panjang sehingga jangan sampai rusak hanya karena mengikuti ajakan sesaat.
Ia berharap para pelajar dapat menggunakan media sosial secara bijak, tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tidak melakukan tindakan kekerasan apabila berada dalam situasi yang ramai atau penuh emosi.
“Mari sama-sama menjaga diri, menjaga teman, tidak melakukan kekerasan dan tidak mudah terpancing provokasi. Jangan sampai satu tindakan sesaat justru membuat kita menyesal dan merugikan masa depan,” tutup Hary.





