Imparsial Dorong Hari Tani 2026 Jadi Momentum Demokrasi dan Dialog

Imparsial Ardi Manto
Imparsial Ardi Manto

JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September 2026, Ketua Imparsial Ardi Putra Manto Adiputra mengajak seluruh elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi, termasuk petani, mahasiswa, buruh, dan kelompok masyarakat lainnya, untuk menjaga agar rangkaian aksi berlangsung secara damai dan tertib.

Ardi mengatakan peringatan Hari Tani sebaiknya menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan dan tuntutan secara konstruktif kepada pemerintah. Ia berharap aksi yang digelar tidak berkembang menjadi tindakan kekerasan maupun kerusuhan yang dapat merugikan masyarakat.

“Peringatan Hari Tani seharusnya menjadi ruang bagi petani, mahasiswa, buruh, dan seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif kepada pemerintah. Jangan sampai momentum ini justru diwarnai kerusuhan yang merugikan masyarakat,” ujar Ardi.

Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, seluruh pihak perlu menjaga agar hak menyampaikan aspirasi dapat berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menghormati hak masyarakat lainnya.

Ardi juga mengingatkan peserta aksi agar mengedepankan dialog dan menyampaikan tuntutan melalui cara-cara yang damai. Aspirasi mengenai persoalan pertanian, kesejahteraan petani, ketenagakerjaan, maupun berbagai persoalan sosial lainnya, menurut dia, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.

“Jadikan Hari Tani sebagai masukan konstruktif. Apa yang disampaikan petani, buruh, mahasiswa, dan masyarakat harus dapat menjadi perhatian serta bahan evaluasi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih baik,” katanya.

Ia berharap aparat keamanan dan peserta aksi sama-sama mengedepankan pendekatan yang menghormati hak warga. Menurut Ardi, pengamanan aksi perlu dilakukan secara proporsional, sementara peserta demonstrasi juga memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.

Ardi mengajak seluruh elemen untuk belajar dari berbagai kerusuhan yang pernah terjadi agar tidak kembali terulang. Menurutnya, aksi yang damai akan memberikan ruang yang lebih luas bagi substansi tuntutan untuk didengar oleh pemerintah dan masyarakat.

“Jangan jadikan Hari Tani sebagai momentum kerusuhan. Mari kita jadikan sebagai momentum demokrasi, ruang dialog, dan penyampaian masukan yang konstruktif. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar Indonesia tetap aman dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik,” pungkas Ardi.

Pos terkait