Pimred Holopis Dukung Peringatan Hari Tani 2026 yang Kondusif

M. Ibnu Idris Pimred Holopis
M. Ibnu Idris Pimred Holopis

JAKARTA — Pemimpin Redaksi Holopis.com, Muhammad Ibnu Idris, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September 2026 yang diwarnai penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa secara tertib dan kondusif.

Menurut Muhammad, aksi yang melibatkan petani, mahasiswa, buruh, serta berbagai elemen masyarakat lainnya merupakan salah satu bentuk partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi. Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga agar penyampaian pendapat berlangsung damai, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Peringatan Hari Tani harus menjadi momentum bagi petani dan seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Mari petani, mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat lainnya saling bersinergi agar perjuangan untuk kesejahteraan petani dapat terus disuarakan secara konstruktif,” ujar Muhammad.

Ia menilai persoalan kesejahteraan petani membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, kelompok mahasiswa, buruh, organisasi masyarakat, dan elemen lainnya dinilai penting agar berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat dibahas secara terbuka dan menjadi bahan evaluasi kebijakan.

Menurut Muhammad, ruang demokrasi perlu dijaga bersama. Penyampaian aspirasi melalui aksi unjuk rasa merupakan bagian dari kebebasan berpendapat, namun peserta aksi juga diharapkan menghormati hak masyarakat lain untuk bekerja, belajar, berdagang, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Perbedaan aspirasi merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Yang penting adalah bagaimana seluruh pihak menjaga ketertiban, menghindari tindakan yang merugikan masyarakat, dan mengedepankan dialog,” katanya.

Sebagai bagian dari media informasi, Muhammad juga menekankan pentingnya pemberitaan yang bertanggung jawab selama momentum Hari Tani. Menurutnya, media memiliki peran dalam memberikan informasi yang akurat sekaligus mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat memperkeruh suasana.

“Media informasi mendukung peringatan Hari Tani, tetapi dukungan itu harus dibarengi dengan tanggung jawab. Jangan ada hoaks, jangan ada ujaran kebencian, dan jangan ada informasi yang sengaja memprovokasi masyarakat. Informasi harus disampaikan berdasarkan fakta dan kepentingan publik,” ujar Muhammad.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama konten yang beredar di media sosial selama berlangsungnya aksi. Verifikasi sumber informasi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Muhammad berharap peringatan Hari Tani Nasional dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara petani dan seluruh elemen masyarakat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Semangat Hari Tani adalah semangat untuk memperjuangkan kehidupan petani yang lebih sejahtera. Mari saling menghormati, saling bersinergi, menjaga ketertiban, dan memastikan ruang informasi tetap sehat tanpa hoaks dan ujaran kebencian,” pungkasnya.

Pos terkait