September Hitam Jadi Momentum Refleksi, DPD GMNI DKI Jakarta Ajak Jaga Persatuan

GMNI DKI Jakarta
GMNI DKI Jakarta

JAKARTA — Ketua DPD GMNI DKI Jakarta, De Niao Umboh, mengajak masyarakat dan pemerintah menjadikan isu September Hitam sebagai momentum refleksi sekaligus masukan konstruktif untuk mendorong perbaikan kebijakan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Menurut De Niao, berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari ingatan publik melalui isu September Hitam perlu dipahami secara kritis dan dijadikan pembelajaran bagi bangsa. Ia menilai pembahasan mengenai sejarah dan berbagai persoalan yang menyertainya sebaiknya diarahkan pada upaya mencari solusi serta memperkuat kehidupan demokrasi.

“September Hitam jangan hanya menjadi ingatan terhadap peristiwa masa lalu. Mari kita jadikan isu ini sebagai masukan konstruktif bagi pemerintah agar berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dapat dievaluasi dan ditindaklanjuti demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar De Niao.

Ia mengatakan aspirasi dan kritik dari masyarakat merupakan bagian dari dinamika kehidupan demokrasi. Menurutnya, pemerintah perlu terus membuka ruang dialog agar masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan secara damai dan bertanggung jawab.

De Niao juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sejarah sebagai bahan pembelajaran. Menurutnya, refleksi terhadap berbagai peristiwa masa lalu dapat membantu bangsa Indonesia melakukan perbaikan dan mencegah terulangnya persoalan yang sama.

“Sejarah harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kritik dan masukan masyarakat harus dapat menjadi bahan evaluasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan memastikan kebijakan pemerintah semakin memperhatikan kepentingan rakyat,” katanya.

Selain menyampaikan pentingnya refleksi sejarah, De Niao menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta. Menurutnya, Jakarta merupakan ruang bersama yang harus dijaga agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

“Mari jaga Jakarta. Perbedaan pandangan dan aspirasi adalah bagian dari demokrasi, tetapi keamanan dan kenyamanan masyarakat juga merupakan tanggung jawab bersama. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah,” ujar De Niao.

Ia berharap pemerintah, mahasiswa, organisasi kepemudaan, masyarakat sipil, serta seluruh elemen bangsa dapat terus membangun komunikasi yang sehat dan mengedepankan penyelesaian persoalan melalui dialog.

“Jadikan September Hitam sebagai momentum untuk belajar, melakukan evaluasi, dan menyampaikan masukan konstruktif. Mari bersama-sama menjaga Jakarta dan membangun Indonesia yang lebih baik, adil, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” pungkas De Niao Umboh.

Pos terkait