BEM Universitas Borobudur: Jangan Sampai Aspirasi Rakyat Tenggelam oleh Provokasi

BEM Universitas Borobudur
BEM Universitas Borobudur

Jakarta – Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Borobudur menyerukan seluruh elemen pemuda dan mahasiswa untuk tetap menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama perjuangan. Kritik terhadap kebijakan publik merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi, namun kritik harus dibangun di atas argumentasi, data, dan keberanian intelektual agar tidak kehilangan substansi maupun legitimasi moral.

BEM Universitas Borobudur memandang gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak dalam pola pergerakan yang sekadar mengejar momentum, sensasi, ataupun viralitas. Aksi yang tidak terukur, provokatif, apalagi mengarah pada tindakan anarkis dan kontraproduktif justru berpotensi mengaburkan pesan utama yang hendak diperjuangkan. Ketika substansi tenggelam oleh kegaduhan, aspirasi rakyat yang seharusnya menjadi pusat perjuangan justru berisiko kehilangan ruang.

Karena itu, setiap aksi dan penyampaian pendapat harus tetap berpijak pada tradisi intelektual mahasiswa. Jalanan adalah ruang demokrasi, tetapi kajian, diskusi, konsolidasi gagasan, serta penyampaian solusi juga merupakan bagian penting dari perjuangan. Gerakan mahasiswa akan memiliki daya tekan yang lebih kuat ketika kritik tidak berhenti pada penolakan, tetapi disertai argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta menawarkan jalan keluar terhadap persoalan masyarakat.

BEM Universitas Borobudur juga menegaskan pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa. Mahasiswa harus memiliki keberanian untuk bersikap kritis terhadap siapa pun, tanpa menjadi instrumen kepentingan kelompok maupun kekuatan politik tertentu. Independensi merupakan modal moral gerakan mahasiswa; ketika kepentingan politik praktis mulai mendikte arah perjuangan, suara mahasiswa berisiko kehilangan kepercayaan publik.

Perbedaan pandangan juga tidak seharusnya berubah menjadi konflik horizontal antarelemen pemuda dan mahasiswa. Ruang demokrasi harus dijaga melalui adu gagasan, argumentasi, dan kritik yang substantif, bukan melalui provokasi ataupun tindakan yang memancing benturan. Pemuda dan mahasiswa harus mampu menunjukkan bahwa sikap kritis dapat berjalan beriringan dengan kedewasaan, tanggung jawab, dan komitmen menjaga ruang publik tetap kondusif.

BEM Universitas Borobudur mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk kembali pada khittah perjuangannya: berpihak kepada kepentingan rakyat, menjaga independensi, memperkuat tradisi intelektual, dan menolak segala bentuk penunggangan kepentingan politik. Jangan biarkan substansi perjuangan hilang karena provokasi dan tindakan kontraproduktif. Mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan kritis yang berdiri dengan pikirannya sendiri keras pada persoalan, kuat dalam argumentasi, tetapi tetap bertanggung jawab dalam tindakan.

Pos terkait