Jakarta – Sejumlah program pemerintah yang baru dilaksanakan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat luas mulai mendapat perhatian publik, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tokoh politik muda sekaligus Ketua Harian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gielbran Muhammad Noor, menyampaikan bahwa program MBG justru menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Kehadiran program MBG menunjukkan negara lebih dekat dengan masyarakat, sehingga mereka yang kesulitan dapat terpenuhi kebutuhan makannya,” ujarnya
Program MBG juga dinilai dapat mendorong perputaran ekonomi, khususnya di sektor pangan. Dengan semakin banyaknya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibuka, maka hasil pertanian dan peternakan lokal akan lebih terserap. Hal ini diharapkan mampu menggerakkan sirkulasi ekonomi pangan lokal.
MBG disebut sebagai salah satu upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi berbasis lokal. Meski demikian, Gielbran mengakui masih banyak hal yang perlu diperbaiki, mengingat program ini tergolong baru.
Ia pun mengajak generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan program tersebut, baik dari dalam sistem maupun melalui pengawasan eksternal.
“Kami mengajak anak-anak muda untuk berkontribusi dan bersama-sama memperbaiki MBG, baik dengan terlibat langsung sebagai pengelola atau pegawai SPPG, maupun dari luar melalui kritik yang konstruktif,” tambahnya.
Gielbran menegaskan bahwa kritik terhadap MBG merupakan bentuk kepedulian masyarakat. Ia juga meyakini bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kualitas layanan program tersebut.
Hal serupa juga terjadi pada program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Meski terkesan baru, konsep koperasi sebenarnya telah lama diterapkan di Indonesia sebagai pilar ekonomi kerakyatan, khususnya di pedesaan.
Menurut Gielbran, skeptisisme yang muncul di masyarakat adalah hal yang wajar. Namun, KDMP dinilai sebagai upaya untuk menghidupkan kembali jati diri ekonomi bangsa melalui koperasi.
KDMP dirancang untuk menghadirkan sistem ekonomi yang lebih relevan bagi masyarakat kecil, dengan semangat baru dalam berkoperasi. Program ini juga merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Ia menjelaskan bahwa KDMP memiliki tiga fungsi utama:
• Menyediakan barang subsidi berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus memotong peran perantara (tengkulak).
• Menyerap hasil produksi desa (off-taker) serta menyediakan pembiayaan mikro dengan bunga rendah (di bawah 6%).
• Mendorong hilirisasi produk-produk pedesaan agar memiliki nilai tambah.
KDMP juga disebut sebagai bentuk penerapan konsep state capitalism, di mana negara berperan aktif dalam mengelola sektor ekonomi strategis untuk kepentingan masyarakat luas.
“Skeptisisme itu wajar karena ini program baru. Namun, ini adalah upaya menghidupkan kembali semangat koperasi dengan pendekatan yang lebih relevan,” ujar Gielbran.
Sebagai penutup, ia kembali menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung dan mengawal program-program tersebut, baik melalui partisipasi langsung maupun kritik yang membangun.





