TANGERANG SELATAN — Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pamulang (KBM Unpam) mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa menjadikan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ruang untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
KBM Unpam mengingatkan seluruh elemen mahasiswa agar tidak menodai semangat kemerdekaan dengan tindakan provokatif, kontraproduktif maupun anarkis yang justru dapat merugikan masyarakat dan mencederai marwah gerakan mahasiswa.
“Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Jangan sampai semangat kemerdekaan dinodai dengan tindakan provokatif maupun anarkis,” kata KBM Unpam dalam pernyataannya, Agustus 2026.
Menurut KBM Unpam, mahasiswa tetap memiliki hak untuk bersikap kritis dan menyampaikan aspirasi terhadap berbagai persoalan bangsa. Namun, kritik harus diwujudkan secara bermartabat, substantif, dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa tetap memiliki hak untuk bersikap kritis dan menyampaikan aspirasi. Namun, kritik harus dilakukan secara bermartabat, substantif, dan bertanggung jawab. Anarkisme bukan representasi keberanian mahasiswa,” ujarnya.
KBM Unpam menilai tindakan anarkis justru berpotensi menghilangkan substansi perjuangan serta melahirkan stigma negatif terhadap gerakan mahasiswa di tengah masyarakat.
Di saat yang sama, KBM Unpam mengajak mahasiswa memberikan perhatian dan solidaritas kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa.
Menurut KBM Unpam, kondisi tersebut seharusnya menjadi panggilan kemanusiaan bagi mahasiswa untuk mengalihkan energi kepada gerakan yang lebih konkret dan bermanfaat.
“Saudara-saudara kita di NTT yang terdampak bencana gempa membutuhkan perhatian dan solidaritas. Momentum ini semestinya menjadi panggilan kemanusiaan bagi mahasiswa untuk melakukan gerakan yang lebih konkret dan bermanfaat,” kata KBM Unpam.
Bentuk solidaritas tersebut dapat diwujudkan melalui penggalangan bantuan, aksi solidaritas, dukungan kebutuhan dasar, maupun berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya bagi masyarakat yang terdampak bencana.
KBM Unpam menegaskan bahwa nasionalisme bukan hanya tentang lantang menyuarakan kritik, tetapi juga tentang hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan.
“Nasionalisme bukan hanya tentang lantang menyuarakan kritik, tetapi juga tentang hadir ketika rakyat membutuhkan pertolongan. Gerakan mahasiswa akan jauh lebih bermakna ketika keberanian bersuara berjalan beriringan dengan kepekaan sosial dan keberpihakan terhadap kemanusiaan,” tegasnya.
Karena itu, KBM Unpam mengajak seluruh mahasiswa menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk menunjukkan wajah terbaik mahasiswa Indonesia, yakni kritis dalam pikiran, damai dalam gerakan, dan nyata dalam kepedulian.
“Mari jadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang untuk menunjukkan wajah terbaik mahasiswa Indonesia: kritis dalam pikiran, damai dalam gerakan, dan nyata dalam kepedulian. Jangan nodai kemerdekaan dengan anarki—satukan energi untuk membantu saudara kita yang sedang tertimpa bencana,” pungkas KBM Unpam.





