Kerusuhan 27 Agustus Jadi Sorotan, Aden Surachman: Jangan Mudah Terpancing Provokasi!

Aden Surachman
Aden Surachman

Jakarta – Kerusuhan yang terjadi pada 27 Agustus 2026 disayangkan oleh Aden Surachman, Koordinator Jasa Pengerahan Massa Menteng Tenggulun. Ia menilai penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan secara damai, tertib, dan tanpa kekerasan.

Menurut Aden, potensi meningkatnya eskalasi aksi unjuk rasa ke depan dapat dipengaruhi sejumlah isu yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Di antaranya kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, ketidakpuasan terhadap pelayanan publik, hingga informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Ia juga menyoroti peran hoaks dan konten provokatif yang dinilai dapat memengaruhi emosi massa.

“Berita-berita hoaks itu dapat memicu emosi massa unjuk rasa yang berakibat terjadinya kerusuhan atau tindakan anarkis,” ujar Aden.

Untuk mencegah tindakan anarkis, Aden mengimbau masyarakat yang menyampaikan aspirasi agar tidak mudah terpancing provokasi dan tetap fokus pada substansi tuntutan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghormati hak warga lainnya serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Menurutnya, masyarakat tetap bisa bersikap kritis terhadap berbagai persoalan, namun informasi yang beredar di media sosial perlu disaring dan dipahami terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.

“Mari kita bersama-sama menyikapi setiap informasi dan isu yang berkembang dengan tenang, bijak, dan tidak mudah terprovokasi. Jangan langsung percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesan Aden.

Pos terkait