JAKARTA — Komika asal Madura, Tretan Muslim, menyampaikan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memerangi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media. Menurutnya, ruang digital perlu dijaga bersama agar tidak menjadi tempat berkembangnya saling mencaci maki, menghujat, maupun menyebarkan informasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.
Tretan mengatakan masyarakat dan pengguna media sosial memiliki peran penting dalam menciptakan ruang komunikasi yang sehat. Ia mengajak netizen untuk lebih bijak dalam menyampaikan pendapat serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Media sosial itu tempat kita berkomunikasi. Jangan sampai kita saling mencaci maki dan saling menghujat hanya karena berbeda pendapat. Mari kita sama-sama memerangi hoaks dan ujaran kebencian supaya suasana masyarakat lebih tenteram,” ujar Tretan.
Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerang pribadi atau kelompok lain.
Tretan juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung membagikan informasi yang diterima melalui media sosial sebelum memastikan sumber dan kebenarannya. Ia menilai penyebaran informasi palsu dapat menimbulkan keresahan dan memperbesar kesalahpahaman.
“Kalau belum tahu informasi itu benar atau tidak, jangan langsung disebarkan. Kita harus lebih bijak menggunakan media sosial. Beda pendapat boleh, tetapi jangan sampai menjadi saling menghujat,” katanya.
Ia berharap upaya pemerintah dalam menangani hoaks dan ujaran kebencian dapat berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakan media secara bertanggung jawab. Menurutnya, menciptakan ruang publik yang aman dan tenteram membutuhkan partisipasi semua pihak.
Tretan juga mengaitkan suasana sosial yang kondusif dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ketenangan agar dapat bekerja, mencari nafkah, belajar, dan menjalankan aktivitas tanpa terganggu oleh konflik yang dipicu informasi maupun perdebatan di media sosial.
“Kalau suasana tenteram, masyarakat juga enak bekerja. Orang bisa mencari nafkah, keluarga bisa tenang, dan kita bisa menjalani aktivitas sehari-hari tanpa saling bermusuhan. Mari kita jaga media supaya menjadi tempat berbagi informasi dan hiburan, bukan tempat untuk saling membenci,” pungkas Tretan Muslim.





