Kelola Sampah Jakarta, PSEL dan RDF Dinilai Jadi Terobosan Kurangi Beban TPA Bantargebang

Direktur Eksekutif INSWA Indria Jamil
Direktur Eksekutif INSWA Indria Jamil

Jakarta – Pengelolaan sampah di DKI Jakarta masih menghadapi tantangan besar seiring tingginya timbulan sampah, keterbatasan lahan, serta ketergantungan terhadap TPA Bantargebang. Kondisi tersebut menuntut adanya terobosan pengelolaan yang mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah. Pemprov DKI Jakarta merespons tantangan tersebut melalui pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), Refuse Derived Fuel (RDF), serta berbagai fasilitas pengolahan lainnya.

Direktur Eksekutif INSWA, Indria Jamil, menilai pengembangan PSEL dan RDF sebagai langkah strategis Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat sistem persampahan. Pemanfaatan teknologi pengolahan dibutuhkan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi dan bahan bakar alternatif. Pengembangan fasilitas tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pembangunan PSEL dan RDF dapat berjalan beriringan dengan penguatan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), pemilahan dari sumber, pengembangan bank sampah, peningkatan kapasitas daur ulang, serta pelibatan masyarakat, dunia usaha, dan sektor informal.

Di tengah percepatan pembangunan tersebut, sejumlah aspek tetap membutuhkan perhatian, terutama kesiapan fasilitas, keekonomian proyek, ketersediaan bahan baku, biaya operasional, pengelolaan residu, pengendalian emisi, dan mekanisme pengawasan. Perencanaan yang matang menjadi penting agar investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat optimal sekaligus mencegah munculnya persoalan baru dalam jangka panjang.

Pengembangan PSEL dan RDF pada akhirnya menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan transformasi pengelolaan sampah secara lebih modern dan berkelanjutan. Dengan mengombinasikan pembangunan infrastruktur pengolahan dengan penguatan pengurangan sampah dari sumber, Jakarta memiliki peluang untuk secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap TPA Bantargebang sekaligus membangun sistem persampahan yang lebih efektif, terukur, dan berorientasi jangka panjang.

Pos terkait