Serikat Mahasiswa Bogor Raya Minta Generasi Muda Bijak Sikapi Ajakan Aksi dan Jaga Kondusivitas

Korda Serikat Mahasiswa Bogor Raya Yuswan Yudistira
Korda Serikat Mahasiswa Bogor Raya Yuswan Yudistira

BOGOR – Koordinator Daerah Serikat Mahasiswa Bogor Raya, Yuswan Yudistira, mengingatkan mahasiswa dan pelajar untuk tidak terburu-buru mengikuti berbagai ajakan aksi yang beredar di ruang publik sebelum mengetahui secara jelas latar belakang, sumber informasi, serta tujuan kegiatan tersebut.

Menurut Yuswan, perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kondisi tersebut juga menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis dalam menentukan informasi yang dapat dipercaya.
Ia meminta pelajar dan generasi muda melakukan penyaringan terhadap setiap informasi yang diterima dan memastikan kebenarannya sebelum mengambil keputusan.

“Selalu menyaring setiap informasi dan juga ajakan aksi secara bijak. Pastikan kebenarannya terlebih dahulu agar tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang belum jelas adanya,” kata Yuswan.

Yuswan mengatakan, sikap kritis diperlukan agar generasi muda tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan yang dilakukan dapat memberikan konsekuensi terhadap diri sendiri maupun orang lain.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa dan pelajar yang hendak menyampaikan aspirasi agar tetap mengedepankan cara-cara yang damai dan tertib.

Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, dalam kehidupan berbangsa. Namun, kebebasan tersebut perlu disertai dengan tanggung jawab serta penghormatan terhadap keamanan dan ketertiban umum.

Yuswan juga menyampaikan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Mari kita jaga bersama keamanan bangsa ini dengan menyampaikan pendapat secara damai dan juga tertib. Tolak segala bentuk kekerasan yang dapat merugikan masa depan dan keharmonisan bangsa,” ujarnya.

Pos terkait