Aksi Hari Tani Kondusif, BEM Persatuan Indonesia Ajak Rawat Demokrasi dan Persatuan

Ketua BEM Persatuan Indonesia Hikmah Maulana Sai
Ketua BEM Persatuan Indonesia Hikmah Maulana Sai

JAKARTA — Ketua BEM Persatuan Indonesia, Hikmah Maulana Sai, mengapresiasi situasi yang tetap kondusif pasca aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2026.

Aksi tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, di antaranya petani, buruh, mahasiswa, serta kelompok masyarakat lainnya yang menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan sosial dan kebijakan publik.
Menurut Hikmah, kondisi yang tetap kondusif setelah penyampaian aspirasi menunjukkan adanya kesadaran masyarakat untuk menggunakan ruang demokrasi secara bertanggung jawab.

“Situasi yang kondusif setelah aksi Hari Tani merupakan hal yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami bagaimana menyampaikan aspirasi dalam ruang demokrasi dengan tetap menjaga ketertiban dan menghormati kepentingan masyarakat lainnya,” ujar Hikmah.

Ia menilai aksi unjuk rasa merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Aspirasi yang disampaikan petani, buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya diharapkan dapat menjadi bahan perhatian dan evaluasi bagi pemerintah.

Hikmah juga mengajak pemerintah untuk melihat berbagai aspirasi tersebut sebagai masukan konstruktif dalam merumuskan maupun mengevaluasi kebijakan. Menurutnya, ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat perlu terus dibuka agar berbagai persoalan dapat dibahas secara terbuka.

Selain itu, Hikmah mengajak masyarakat menjadikan isu “September Hitam” sebagai bahan refleksi sejarah sekaligus masukan konstruktif bagi pemerintah. Berbagai peristiwa yang dikenang melalui istilah tersebut, menurutnya, perlu dipelajari agar bangsa Indonesia dapat mengambil pelajaran untuk memperbaiki kehidupan demokrasi dan pemenuhan hak masyarakat.

“September Hitam jangan hanya dipandang sebagai catatan kelam. Mari kita jadikan sebagai bahan refleksi dan masukan konstruktif agar pemerintah dan seluruh elemen bangsa dapat terus melakukan perbaikan. Sejarah harus menjadi pembelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik,” katanya.

Hikmah berharap semangat menyampaikan aspirasi secara damai dapat terus dipertahankan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sehingga aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

“Demokrasi bukan hanya tentang menyampaikan pendapat, tetapi juga tentang menghormati hak orang lain. Mari kita pertahankan suasana kondusif, saling menghargai, dan menjadikan setiap aspirasi sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” pungkas Hikmah.

Pos terkait