BEMNUS Tekankan Respons Cepat Tual sebagai Progres Reformasi Polri

Koordinator Pusat BEMNUS M. Sardani
Koordinator Pusat BEMNUS M. Sardani

Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM Nusantara) melalui Koordinator Pusat, Muhammad Sardani, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Polri dalam menangani kasus meninggalnya seorang siswa di Tual yang melibatkan oknum anggota Brimob.

Menurut Sardani, respons tegas yang ditunjukkan oleh pimpinan Polri dengan menjatuhkan sanksi pemecatan terhadap pelaku merupakan bentuk komitmen nyata dalam menegakkan hukum secara transparan dan berkeadilan, tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggota internalnya sendiri.

Muhammad Prevent Sardani menilai bahwa keputusan pemberhentian tidak dengan hormat tersebut menjadi indikator penting bahwa mekanisme pengawasan dan penegakan disiplin di tubuh Polri berjalan sebagaimana mestinya. Langkah tersebut juga dinilai sebagai bentuk keberanian institusi dalam membuka ruang akuntabilitas kepada publik, sekaligus menjawab keraguan masyarakat terhadap keseriusan Polri dalam melakukan pembenahan internal.

BEM Nusantara melihat bahwa penanganan kasus ini tidak hanya berhenti pada aspek sanksi administratif, tetapi juga menunjukkan adanya proses hukum yang berjalan secara profesional dan transparan. Hal ini menjadi pesan kuat bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan oleh aparat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian diharapkan dapat terus meningkat.

Lebih lanjut, Sardani menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan bagian dari progres reformasi Polri yang selama ini terus didorong oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Reformasi tidak hanya diukur dari wacana atau perubahan struktural, tetapi dari keberanian institusi dalam melakukan koreksi terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran. Dalam konteks ini, tindakan tegas Kapolri menjadi bukti bahwa transformasi menuju Polri yang Presisi dan berintegritas sedang berjalan.

BEM Nusantara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat peristiwa ini secara objektif sebagai momentum perbaikan institusi, bukan semata-mata sebagai bahan untuk membangun narasi negatif. Dukungan terhadap langkah-langkah tegas yang berorientasi pada penegakan hukum dinilai penting agar proses reformasi Polri dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Muhammad Sardani menegaskan bahwa BEM Nusantara akan terus mengawal proses reformasi Polri secara kritis dan konstruktif. Pihaknya berharap ketegasan dalam kasus di Tual menjadi standar baru dalam penanganan pelanggaran oleh aparat, sehingga Polri semakin profesional, humanis, dan benar-benar menjadi pelindung serta pengayom masyarakat.

Pos terkait