Presidium Pinsar Tegaskan Produksi Surplus, Pasokan Telur Idul Fitri 2026 Terkendali

Presidium Pinsar Petelur Nasional
Presidium Pinsar Petelur Nasional

Jakarta – Di tengah isu kenaikan harga telur di sejumlah daerah, para peternak menegaskan bahwa tidak ada kenaikan yang signifikan harga di tingkat peternak. Walaupun agak naik sedikit karena biaya operasional pakan untuk produksi dikandang, Harga telur ditingkat peternak per 1 Maret 2026 saat ini rata-rata di angka Rp26.500 – Rp29.000 per kilogram, masih sesuai harga acuan pemerintah. Bahkan produksi nasional berada dalam kondisi surplus sehingga tidak ada alasan pasokan menjadi penyebab kenaikan di pasar.

Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, menyampaikan bahwa seluruh peternak ayam petelur di Indonesia masih menjual telur pada harga stabil dan berada di batas acuan.

Yudianto menambahkan bahwa stabilnya harga telur tidak terlepas dari perhatian dan kebijakan Pemerintah. Sebelumnya Bantuan SPHP jagung sejak Oktober 2025 disebut sangat membantu peternak menekan biaya pakan komponen terbesar dalam produksi telur. Kemudian rencana tahun 2026 akan digelontorkan kembali bantuan SPHP jagung oleh Pemerintah. SPHP jagung sangat membantu dan kami berharap berlanjut untuk menjaga stabilitas harga telur di sepanjang tahun 2026 nanti, tambahnya.

Lebih lanjut, Yudianto mengatakan bahwa produksi telur nasional berada pada kisaran 6,4 hingga 6,5 juta ton dan produksi ini masih surplus. Untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), peternak diminta meningkatkan produksi hingga 700 ribu ton secara bertahap dan mereka siap memenuhinya.

Kemudian Sdr. Atung merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) atau Pinsar Petelur Nasional terus menyuarakan kondisi perunggasan nasional, khususnya terkait harga telur, pakan, dan dukungan terhadap peternak rakyat. Bagaimana stabilitas harga telur dapat tercipta dimana Pemerintah harus hadir dalam menjamin ketersediaan dan harga pakan ternak yang stabil serta terjangkau.

Atung mendukung program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak positif, mendorong investor baru, dan membuat peternak bersemangat membangun peternakan ayam petelur baru. Yang perlu dicermati terkait produksi telur nasional mengalami surplus disisi lain Pemerintah dapat terus mengawal stabilisasi harga telur agar tidak merugikan peternak UMKM saat terjadi kelebihan pasokan secara nasional.

Produksi aman, surplus ada. Tidak ada kekhawatiran pasokan. Kami siap mendukung program nasional dan menjaga ketersediaan serta stabilisasi harga telur menjelang HBKN Idul Fitri 2026.

Pos terkait