Jakarta – Indonesia Democracy Monitor (INDEMO) menyatakan komitmennya untuk mendukung terciptanya situasi nasional yang aman, damai, dan kondusif sebagai prasyarat tegaknya demokrasi dan terjaminnya kesejahteraan rakyat di Indonesia. Sebagai lembaga pemantau demokrasi yang berakar pada tradisi gerakan mahasiswa dan aktivis prodemokrasi lintas generasi, INDEMO menegaskan bahwa seluruh aktivitas dan sikap politiknya diarahkan untuk menjaga agar dinamika demokrasi tetap berlangsung dalam koridor konstitusional serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Bagi kami, demokrasi yang sehat tidak bertumpu pada kegaduhan, tetapi pada keberanian mengoreksi kekuasaan tanpa merusak rumah bersama bernama Indonesia,” ujar Ketua INDEMO, dr. Hariman Siregar, dalam keterangan tertulis. Ia menegaskan bahwa INDEMO menolak segala bentuk kekerasan, tindakan inkonstitusional, ujaran kebencian, maupun upaya pemecah belah bangsa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
INDEMO memandang bahwa stabilitas keamanan tidak boleh dipertentangkan dengan demokrasi, melainkan harus berjalan seiring sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kebebasan itu penting, tetapi kebebasan harus disertai etika dan tanggung jawab. Demokrasi bukan cek kosong untuk kebencian, melainkan ruang untuk memperjuangkan keadilan secara bermartabat,” tegas Hariman menambahkan, seraya mengingatkan pentingnya menjunjung konstitusi dan etika dalam setiap ekspresi politik.
Dalam pernyataannya, INDEMO menilai penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan menghormati hak asasi manusia merupakan kunci menjaga wibawa negara sekaligus kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi. INDEMO menyatakan kesiapannya menjadi mitra kritis yang konstruktif dengan memberikan masukan dan kritik berbasis data serta analisis, tanpa mengorbankan prinsip independensi gerakan masyarakat sipil.
Melalui berbagai program pendidikan politik, diskusi publik, serta sekolah kader demokrasi, INDEMO terus mendorong tumbuhnya kedewasaan berdemokrasi, khususnya di kalangan generasi muda. Organisasi ini mengajak publik untuk menyalurkan aspirasi dan perbedaan pandangan melalui mekanisme demokratis yang damai; menghindari disinformasi, provokasi, dan ujaran kebencian di ruang digital maupun ruang fisik; serta memperkuat budaya musyawarah dan toleransi.
INDEMO juga membuka ruang komunikasi dan dialog dengan lembaga negara, aparat penegak hukum, media massa, dan organisasi masyarakat sipil lainnya. Komunikasi ini dipandang penting untuk mencegah kesalahpahaman, meredam potensi kerawanan sosial-politik, dan memastikan bahwa kritik serta gerak masyarakat sipil dipahami sebagai bagian integral dari ekosistem demokrasi, bukan sebagai ancaman terhadap stabilitas.
“Demokrasi hanya akan hidup jika negara kuat karena institusinya kuat, dan masyarakat sipil berani bersuara tanpa menjatuhkan bangsa sendiri,” tutup Hariman. Ia menyerukan penguatan kolaborasi semua pihak demi terwujudnya Indonesia yang demokratis, adil, dan berkeadaban.





