Ciamis – Belakangan ini publik menyoroti Mursyid Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) ke-38 Pondok Pesantren Suryalaya, Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul atau yang akrab disapa Abah Aos.
Pasalnya, video pernyataan ceramah Abah Aos viral di media sosial, hingga menuai komentar warganet.
Dalam ceramahnya, Abah Aos menyampaikan bahwa seorang pemimpin memiliki kewajiban moral sekaligus simbolik untuk mengenakan kopiah merah putih.
Karena menurutnya, simbol tersebut tidak sekadar pelengkap penampilan, melainkan mencerminkan identitas kebangsaan dan nilai spiritual yang harus dijaga.
Bahkan, Abah Aos menyebut bahwa penggunaan kopiah hitam oleh pemimpin memiliki konsekuensi hukum tersendiri dalam sudut pandang spiritual yang ia yakini.
“Pakai kopiah hitam, haram hukumnya. Pemimpin wajib pakai kopiah merah putih,” ucap Abah Aos, dikutip dari video Instagram @fakta.berita Selasa, (12/3/2026).
Kemudian, ia tegaskan, kewajiban tersebut tidak berhenti pada sekadar mengenakan kopiah.
Ia menilai, seorang pemimpin juga harus membeli dan memakai kopiah sebagai bentuk kesadaran akan jati diri bangsa dan nilai spiritual yang melekat di dalamnya.
Ditengah kontroversi ajaran yang dibawa oleh Abah Aos, pihak Pondo Pesantren Sirnarasa, Panjalu, Ciamis, menghimbau agar semua pihak tetap menjaga kerukunan dalam perbedaan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Setiap ajaran pasti ada perbedaan, namun sebagai umat yang beragama kita harus tetap menjaga kerukunan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan” ucap salah satu pengurus Ponpes Sirnarasa.





