Jakarta – Memasuki minggu akhir Ramadhan 1447 H/2026 Kelurahan Galur-Johar Baru, Jakarta Pusat, untuk kesekian-kalinya menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa bersama dan santunan anak yatim-piatu serta lansia. Hadir dalam acara tersebut jajaran lengkap pemerintah serta pemangku jabatan sewilayah Johar Baru, antara lain: Sekretaris Kecamatan, Lurah Galur beserta jajaran lengkap sampai RW dan RT, LMK, FKDM, kader PKK, Kasatpol PP, Bimaspol dan Babinsa sekelurahan Galur.
Kegiatan ini merupakan inisiasi bersama antar–jajaran pemerintahan Kelurahan Galur dan para tokoh masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat Lembaga Kajian Strategis Bangsa dan Kedai Ide Pancasila, sebagai wadah/ajang mempererat tali silaturrahim baik antar–jajaran pemerintah maupun warga masyarakat sekelurahan Galur.
Tujuan diadakannya acara yang dinamai: “BUKA PUASA BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM SERTA LANSIA, yang mengusung tema: “Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan” ini adalah untuk merawat dan menjaga tradisi guyub (gotong-royong) dan kebersamaan masyarakat Galur–Johar Baru yang telah lama diwarisi oleh para pendahulunya. Di samping juga sebagai wadah atau ajang silaturrahim antarsesama masyarakat baik tua dan muda, miskin atau kaya, semua sama sederajat sebagai anak bangsa (sama di mata hukum).
Salah satu inisiator kegiatan Rizmirsyah, MM., Ketua LMK RW 03 Galur mengatakan, “Maksud dan tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk membangun semangat kebersamaan dan budaya positif masyarakat berbagi terhadap sesama.”
Rizmirsyah lebih lanjut menambahkan, “saya berharap, agar pemerintah mau melihat lebih dalam kondisi sosial warganya dan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini demi menjaga nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan.”
Dalam kesempatan yang sama, Kurnia Agus Jaya, Lurah Galur menyampaikan, “Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang sangat tepat untuk bersedekah sekaligus momentum yang sangat berharga untuk kita saling menguatkan rasa persaudaraan terhadap sesama, tanpa membedakan status apapun termasuk agama.”
Menurut Agus Jaya, “Apalagi ini kan menjelang hari raya Idul Fitri, tentu akan banyak kebutuhan masyarakat terutama kebutuhan sembilan bahan pokok yang makin melonjak–yang tidak semua masyarakat dapat memenuhinya.”
“Sebagai Lurah, saya sepenuhnya menyadari bahwa jabatan ini adalah amanah yang singgah di pundak saya yang harus saya emban dan laksanakan sebaik dan seamanah mungkin sejauh kemampuan yang ada, baik secara pribadi maupun jajaran organisasi serta sumber daya yang ada,” tandasnya.
“Oleh karena itu, kami dengan seluruh jajaran yang ada sudah selaiknya mendukung penuh setiap inisiatif dari para tokoh masyarakat dan warga. Dan, kami juga berterimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan masyarakat yang begitu besar dan antusias, khususnya dalam kegiatan berbagi santunan untuk anak-anak bangsa penerus perjuangan dan para lansia,” tambahnya.
“Semoga inisiasi-inisiasi dan kegiatan-kegitan positif seperti tidak berhenti sampai di sini dan di kelurahan ini saja, serta bukan kegiatan santunan saja. Meskipun kita tidak berharap bahwa masyarakat selamanya bergantung terhadap bantuan dan santunan. Artinya, masyarakat bisa mandiri sendiri di masa yang akan datang. Ada perubahan, dari mustahik menjadi muzaki,” timpalnya mengakhiri.
Di kesempatan yang berbeda, Ketua RW 03, Mariana menyampaikan, “Sebagai Ketua RW, sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab saya selaku tokoh masyarakat untuk mengayomi dan peduli terhadap warga di wilayah. Ya udah pasti saya gak jalan sendiri, bersama dengan para tokoh-tokoh yang lain juga tokoh mudanya, kita bahu-membahu dalam memajukan dan menyejahteraj lingkungan atau wilayah kita agar tertib dan aman, sekaligus kita tetap bisa merayakan malam pergantian tahun baru ini dengan sederhana dan bahagia karena kita lalui dengan hangatnya kebersamaan.”
Ditanyai mengenai hal ini, secara terpisah, Abdul Ghopur, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) yang juga mewakili organisasi Kedai Ide Pancasila (KIP) menyatakan, “Selalu mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan masyarakat apa pun bentuknya. Selama kegiatan itu mengandung unsur-unsur atau nilai-nilai kebersamaan, idealisme, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan serta persatuan dan kesatuan.”
“Bukber dan Santunan ini kan hanya wadahnya, hanya sarananya saja. Yang penting kan atmosfir atau suasana kekeluargaannya. Sebab, kita sudah lama kehilangan rasa kekeluargaan dan gotong-royong serta toleransi sesama kita. Mudah-mudahan, melalui kegiatan ini masyarakat dapat membangun kembali semangat dan tradisi kebersamaan atau guyub-nya,” pungkasnya.
Lebih jauh ia menambahkan, “mudah-mudahan ini bisa menjadi entry point dalam membangun dan menciptakan masyarakat yang Pancasilais sesuai yang diajarkan oleh para pendiri bangsa dan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa (jujur/positif), Kemanusiaan yang adil dan beradab (fairness), Persatuan Indonesia (guyub/gotong-royong), Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (demokratis), Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (keseimbangan/kesamarataan).”
Sebagai catatan, kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan ini dilaksanakan secara simultan di hampir seluruh RW-RW di Kelurahan Galur. Hadir sebagai penceramah dalam acara itu, ustadz Achmad Muhammad Syafi’I, LC dan Ustadz Abdul Ghopur.





