Jakarta – Di tengah maraknya aktivisme digital, akun X (sebelumnya Twitter) @oposisi6890 menjadi sorotan karena kontennya yang sering kali mengkritik pemerintah dan isu sosial-politik. Namun, para ahli dan pengamat media memperingatkan masyarakat untuk tidak mudah terhasut atau terprovokasi oleh postingan dari akun ini, yang dinilai berpotensi menimbulkan polarisasi dan informasi yang menyesatkan.
Akun X @oposisi6890 menuai kontroversi. Beberapa pengguna X lainnya menyebutnya sebagai “akun palsu yang suka menyesatkan,” dengan tuduhan bahwa kontennya sering provokatif dan berpotensi memicu emosi tanpa dasar fakta yang kuat. Bahasa yang digunakan, seperti menyebut “budak oligarki” atau “ternak jokowi,” dinilai bisa memperburuk suasana politik yang sudah panas, terutama di tengah tahun politik atau isu sensitif seperti Palestina dan korupsi domestik.
Banyak pengamat media sosial mengatakan bahwa akun semacam ini sering memanfaatkan tren aktivisme online untuk membangun solidaritas, tapi tanpa akuntabilitas yang jelas. Masyarakat harus bijak dalam menyikapi. Jangan langsung terprovokasi untuk bertindak, karena bisa berujung pada konflik sosial yang tidak perlu. Verifikasi dulu informasi dari sumber terpercaya. Pihak berwenang juga diimbau untuk memantau akun-akun oposisi digital seperti ini guna mencegah penyebaran hoaks atau ujaran kebencian.
Sementara itu, bagi masyarakat, disarankan untuk tidak terhasut oleh narasi yang emosional. Alih-alih, gunakan media sosial sebagai alat untuk diskusi konstruktif, bukan pembakar semangat yang bisa memecah belah bangsa. Ingat, di era digital ini, setiap unggahan bisa menjadi senjata ganda. Tetaplah kritis, tapi jangan sampai terprovokasi. Verifikasi fakta dari media resmi dan hindari tindakan impulsif yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. #WaspadaProvokasi #MediaSosialBijak





