LMND Kritik Wacana Pemakzulan Presiden, Sebut Sarat Agitasi dan Berisiko Ganggu Kamtibmas

Picture29
Picture29

Jakarta – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menyampaikan kritik terhadap maraknya narasi pemakzulan Presiden yang dinilai tidak memiliki dasar yang kuat serta cenderung provokatif di ruang publik.

Dalam pernyataannya, LMND menilai bahwa wacana tersebut bukan lahir dari proses politik yang sehat dan konstitusional, melainkan lebih menyerupai bentuk agitasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan instabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Bacaan Lainnya

“Isu pemakzulan Presiden yang terus digoreng saat ini tidak berdasar secara objektif. Ini lebih kepada upaya provokasi yang berpotensi memecah konsentrasi publik dari persoalan-persoalan riil yang seharusnya menjadi fokus bersama,” tegas perwakilan LMND.

LMND juga menyoroti bahwa penggiringan opini melalui narasi tendensius berisiko memicu kegaduhan sosial, bahkan membuka ruang bagi terjadinya konflik horizontal apabila tidak disikapi secara bijak oleh masyarakat.

Lebih lanjut, LMND mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berpijak pada nilai-nilai intelektualitas, rasionalitas, dan kepentingan rakyat luas, bukan terseret dalam arus politik yang sarat kepentingan jangka pendek.

“Gerakan mahasiswa tidak boleh menjadi alat bagi agenda-agenda yang mengarah pada instabilitas. Kritik harus tetap disampaikan, namun berbasis data, analisis, dan dalam koridor demokrasi yang sehat,” lanjutnya.

Sebagai penutup, LMND mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan buruh, untuk tetap menjaga kondusivitas, memperkuat solidaritas, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang bersifat provokatif dan berpotensi merusak stabilitas sosial.

Pos terkait