SETARA Institute Soroti Isu Pemakzulan Presiden, Sebut Tidak Didukung Fakta dan Data

Picture39
Picture39

Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menyampaikan kritik terhadap maraknya narasi pemakzulan Presiden yang berkembang di ruang publik. Ia menilai wacana tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan cenderung merupakan bagian dari manuver politik kelompok oportunis.

Dalam keterangannya, Hendardi menegaskan bahwa penggiringan opini terkait pemakzulan Presiden saat ini tidak didukung oleh argumentasi konstitusional yang memadai, melainkan lebih didorong oleh kepentingan politik jangka pendek yang berpotensi merusak stabilitas nasional.

“Isu pemakzulan Presiden yang dimunculkan saat ini tidak berdasar secara hukum maupun politik. Ini merupakan bagian dari manuver kelompok oportunis yang mencoba memanfaatkan momentum untuk menciptakan kegaduhan,” tegas Hendardi.

Ia juga mengingatkan bahwa narasi-narasi provokatif semacam ini berisiko mendorong terjadinya instabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama jika tidak disikapi secara kritis oleh publik.

Lebih lanjut, Hendardi menekankan pentingnya menjaga ruang demokrasi tetap sehat dengan mengedepankan rasionalitas dan kedewasaan dalam berpolitik. Menurutnya, perbedaan pandangan harus disalurkan melalui mekanisme konstitusional yang sah, bukan melalui agitasi opini yang berpotensi memecah belah.

“Demokrasi memberi ruang kritik, tetapi harus dijalankan secara bertanggung jawab. Bukan dengan membangun narasi yang menyesatkan dan berpotensi mengganggu stabilitas,” lanjutnya.

Sebagai penutup, Hendardi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi isu-isu politik yang berkembang, serta tidak mudah terpengaruh oleh manuver yang justru dapat merugikan kepentingan publik yang lebih luas.

Pos terkait