Indramayu – Awak Mobil Tangki (AMT) di wilayah Balongan, Kabupaten Indramayu, menegaskan komitmennya untuk tetap bekerja secara profesional dan berintegritas dalam menjaga kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), meskipun di tengah situasi global yang tidak menentu. Konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu penutupan Selat Hormuz telah membawa dampak signifikan terhadap distribusi energi dunia, termasuk Indonesia.
Ketua AMT Balongan Indramayu, Itak Heryanto, menyampaikan bahwa para sopir mobil tangki tetap menjalankan tugasnya secara maksimal, khususnya dalam melayani distribusi ke wilayah strategis seperti Jakarta dan Cikampek. Peran ini dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas ketahanan energi nasional di tengah tekanan global.
“Dalam kondisi seperti ini, kami tetap berkomitmen untuk memastikan distribusi BBM berjalan aman dan lancar. Kami menyadari bahwa tugas ini berkaitan langsung dengan kebutuhan vital masyarakat, sehingga penting untuk mencegah terjadinya panic buying serta antrean panjang yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujar Itak kepada awak media, Selasa 21/4/2026.
Namun, di balik tanggung jawab besar tersebut, para awak mobil tangki juga menghadapi sejumlah persoalan internal. Dengan tingkat risiko pekerjaan yang tinggi, mereka mengaku masih dibebani oleh kebijakan manajemen yang dinilai memberatkan, seperti penerapan aplikasi operasional yang kurang efektif. Alih-alih mempermudah, sistem digital tersebut justru kerap menjadi hambatan tambahan yang memperlambat proses kerja di lapangan.
Selain itu, persoalan pengupahan turut menjadi sorotan. Para AMT menilai gaji yang diterima belum mencerminkan besarnya tanggung jawab serta risiko kerja yang dihadapi setiap hari. Kondisi ini membuat tingkat kesejahteraan mereka dinilai masih jauh dari harapan, meskipun peran yang dijalankan sangat vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Situasi tersebut, lanjut Itak, telah menimbulkan ketidaknyamanan di lingkungan kerja dan berpotensi memengaruhi kinerja para sopir di lapangan. Oleh karena itu, AMT berharap manajemen perusahaan segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap merugikan pekerja.
Mereka juga meminta perhatian dari PT Pertamina Patra Niaga sebagai pihak yang memberikan kepercayaan dalam distribusi BBM di wilayah Jawa Barat, agar turut menindaklanjuti berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan transportir.
Di sisi lain, Itak mengimbau seluruh anggota AMT Balongan untuk tetap menjaga disiplin dan profesionalitas dalam bekerja. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, terutama saat libur, guna menjaga kondisi fisik dan keselamatan kerja.
Para awak mobil tangki juga diingatkan untuk selalu bertanggung jawab dalam menjalankan tugas serta tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat, seperti penyelewengan distribusi BBM.
“Kami mengingatkan seluruh anggota untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku. Tugas kita adalah melayani kebutuhan masyarakat. Jika ada yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyelewengan, tentu akan ada sanksi tegas dari perusahaan,” tegasnya.





