Jawa Tengah – Exy Agus Wijaya selaku Ketua Front Blora Selatan (FBS) sekaligus Koordinator massa dalam aksi unras gabungan Jateng Guyub mengapresiasi pelaksanaan aksi penyampaian aspirasi masyarakat Jawa Tengah yang dinilai berlangsung secara tertib, damai, dan bermartabat.
Menurut Exy, Jateng Guyub merupakan wadah masyarakat Jawa Tengah untuk menyampaikan aspirasi, pendapat, dan pandangan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, serta menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.
“Dalam menyampaikan aspirasi, kita juga memiliki kewajiban untuk menghormati hak dan kebebasan orang lain. Penyampaian pendapat tidak boleh dilakukan dengan kekerasan, pembakaran, maupun perusakan fasilitas publik,” ujar Exy.
Ia juga mengapresiasi koordinasi yang telah dilakukan secara berkelanjutan antara peserta aksi dengan jajaran apparat keamanan, menurutnya, koordinasi tersebut bukan merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, melainkan bagian dari upaya bersama untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Exy menilai komunikasi dan koordinasi antara peserta aksi dengan aparat menjadi langkah penting dalam melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi gangguan selama pelaksanaan kegiatan. Salah satunya untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang berupaya menyusup, melakukan provokasi, maupun membenturkan peserta aksi dengan aparat keamanan.
“Kami percaya bahwa institusi kepolisian adalah merupakan garda keamanan terdepan bagi masyarakat sipil. Oleh karena itu, koordinasi yang dilakukan bersama aparat keamanan ini justru menjadi bagian dari upaya untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Exy juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran apparat keamanan yang dinilai telah membangun komunikasi secara berkelanjutan sejak persiapan hingga pelaksanaan aksi Jateng Guyub. Menurutnya, koordinasi yang dilakukan dari waktu ke waktu merupakan bentuk mitigasi bersama agar penyampaian aspirasi tetap berjalan secara damai dan tidak berkembang menjadi tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia menambahkan, pelaksanaan aksi Jateng Guyub juga menunjukkan bahwa berbagai elemen masyarakat Jawa Tengah, mulai dari petani, guru, pelaku UMKM, nelayan, masyarakat desa hingga masyarakat perkotaan, dapat menyampaikan aspirasi secara terbuka dengan tetap mengedepankan ketertiban dan penghormatan terhadap aturan yang berlaku.
“Selama pelaksanaan aksi, kita bisa menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Tengah dapat menyampaikan aspirasinya kepada pihak pemerintah secara elegan, adil dan bermartabat, hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi gerakan lain khususnya di Jateng kedepan. Selain itu juga apresiasi yang tinggi disampaikan oleh pihaknya kepada aparat keamanan serta seluruh pihak yang ikut berperan aktif dalam membantu terlaksananya kegiatan Jateng Guyub ini. ” pungkas Exy.





