JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) DKI Jakarta, Sopian Ansori, mendukung langkah aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap massa demonstrasi yang melakukan tindakan rusuh di sejumlah wilayah sekitar DPR RI, termasuk kawasan Pejompongan, Slipi, dan Kemanggisan.
Sopian menilai tindakan anarkis dalam penyampaian aspirasi tidak dapat dibenarkan karena berpotensi mengganggu ketertiban umum, membahayakan keselamatan masyarakat, serta menghambat hak warga lainnya untuk beraktivitas dengan aman.
Menurutnya, aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi demonstrasi berlangsung. Karena itu, terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan kekerasan, perusakan, maupun tindakan melanggar hukum, penegakan hukum perlu dilakukan secara tegas, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara, tetapi hak tersebut harus dilaksanakan secara tertib dan bertanggung jawab. Jika ada massa yang melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum, kami mendukung aparat mengambil tindakan tegas sesuai prosedur,” ujar Sopian Ansori.
Di sisi lain, Sopian memberikan apresiasi kepada AMPB (Aliansi Masyarakat Pati Bersatu) yang dinilainya telah menunjukkan sikap santun dan tertib dalam menyampaikan aspirasi di muka umum.
Menurut Sopian, aksi yang berlangsung damai tersebut dapat menjadi contoh bahwa masyarakat dapat menyampaikan kritik, aspirasi, maupun tuntutan kepada pemerintah tanpa harus melakukan tindakan kekerasan.
“Saya mengapresiasi teman-teman dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang telah memberikan contoh bagaimana menyampaikan pendapat secara santun, tertib, dan damai. Inilah bentuk demokrasi yang sehat,” katanya.
Sopian berharap sikap tertib dalam menyampaikan aspirasi tersebut dapat menjadi teladan bagi kelompok masyarakat lainnya. Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan seharusnya disikapi melalui dialog serta mekanisme konstitusional.
Ia juga mengajak seluruh peserta demonstrasi untuk menjaga ketertiban, menghormati masyarakat sekitar, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memicu kericuhan.
“Kita boleh berbeda pendapat, kita boleh mengkritik pemerintah, tetapi jangan menggunakan kekerasan. Mari jaga demokrasi dengan cara-cara yang bermartabat dan tetap menghormati hukum,” tegasnya.
Sopian menegaskan bahwa dukungan terhadap aparat keamanan bukan berarti menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Sebaliknya, keamanan dan kebebasan berpendapat harus berjalan beriringan agar ruang demokrasi tetap terjaga dan tidak berubah menjadi aksi kekerasan.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan mahasiswa, dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif dalam setiap penyampaian pendapat di muka umum.





