JAKARTA — Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, mendukung penyampaian aspirasi yang dilakukan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) secara tertib dan damai di depan Gedung DPR RI.
Menurut Isnur, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, aspirasi masyarakat perlu diberikan ruang untuk disampaikan secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Isnur mengapresiasi sikap peserta aksi AMPB yang dinilai mampu menjaga ketertiban selama menyampaikan tuntutan. Ia juga menilai keputusan massa untuk langsung membubarkan diri setelah aspirasi diterima oleh pihak DPR merupakan sikap yang patut diapresiasi.
“Penyampaian aspirasi secara tertib dan kemudian membubarkan diri setelah aspirasi diterima merupakan contoh yang baik dalam berdemokrasi. Hak menyampaikan pendapat dapat berjalan tanpa harus menimbulkan gangguan maupun kerugian bagi masyarakat lainnya,” ujar Isnur.
Di sisi lain, Isnur menegaskan bahwa dirinya tidak membenarkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh massa demonstrasi di sekitar kawasan DPR. Menurutnya, tindakan kekerasan maupun perusakan dapat memperbesar risiko terjadinya bentrokan dan membahayakan keselamatan peserta aksi, aparat keamanan, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
“Tidak ada pembenaran terhadap tindakan anarkis. Aksi kekerasan justru dapat memperbesar risiko jatuhnya korban jiwa dan menimbulkan kerugian yang lebih luas,” katanya.
Isnur mengingatkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dijalankan dengan menghormati hak orang lain serta ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, perbedaan sikap maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun penyampaiannya tidak boleh dilakukan dengan kekerasan.
Ia juga mengajak seluruh peserta demonstrasi untuk mengedepankan komunikasi, dialog, dan penyampaian aspirasi secara damai. Aparat keamanan juga diharapkan tetap menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan menghormati hak-hak warga dalam menyampaikan pendapat.
“Demokrasi membutuhkan keberanian untuk menyampaikan kritik, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab untuk menjaga agar kritik tersebut tidak berubah menjadi kekerasan. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Isnur.
Menurut Isnur, aksi AMPB dapat menjadi contoh bahwa penyampaian pendapat secara tertib tetap dapat dilakukan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum. Ia berharap pola tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aksi demonstrasi lainnya sehingga ruang demokrasi tetap terbuka tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat.
Ia pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap aman, terutama ketika terjadi aksi penyampaian pendapat dalam jumlah besar.
“Yang kita harapkan adalah demokrasi yang sehat, di mana aspirasi dapat disampaikan, didengar, dan diperjuangkan tanpa harus ada korban jiwa,” pungkasnya.





