JAKARTA — Ketua Umum Jaringan Nasional Aktivis 98 (Jarnas 98), Sangap Surbakti, mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) sebagai kebijakan yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, semangat perubahan harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
“Kalau programnya baik dan manfaatnya dirasakan masyarakat, tentu harus kita dukung dan kawal. Kalau ada kekurangan, kita kritik dan perbaiki. Semangat perubahan harus menghasilkan sesuatu yang nyata bagi rakyat,” ujar Sangap.
Sangap menilai MBG penting untuk pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sementara Kopdes dapat memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa. Ia mendorong kedua program tersebut terus dievaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran dan transparan.
Sebagai aktivis yang berada dalam barisan gerakan Reformasi 1998, Sangap juga berpandangan bahwa semangat Reformasi tidak semestinya selalu diterjemahkan dalam bentuk gerakan jalanan atau dengan mengulang situasi politik tahun 1998. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini memiliki persoalan, tantangan, serta dinamika yang berbeda dengan kondisi menjelang Reformasi 1998. Karena itu, setiap kritik terhadap pemerintah tetap penting, tetapi harus disampaikan secara konstruktif, berbasis data, dan diarahkan pada penyelesaian persoalan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat terjebak pada narasi yang membuat situasi semakin keruh. Yang utama adalah bagaimana persoalan rakyat diselesaikan dan kehidupan masyarakat semakin baik,” katanya.
Sangap juga mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Menurutnya, nilai-nilai Reformasi dapat terus dijaga melalui kritik, pengawasan, dan partisipasi masyarakat yang sehat, sekaligus dengan menjaga persatuan dan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat.
Jarnas 98 Dukung MBG-Kopdes, Sangap Ingatkan Kritik Harus Berujung Solusi





